Bupati dan Forkopimda Tulungagung Sidak Ketersediaan Pangan dan Masker | Tulungagung TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Bupati dan Forkopimda Tulungagung Sidak Ketersediaan Pangan dan Masker

Mar 04, 2020 18:49
Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo (baju putih) dan Ketua DPRD, Marsono (baju batik) saat memeriksa sediaan masker di salah satu apotik (Joko Pramono for Jatim Times)
Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo (baju putih) dan Ketua DPRD, Marsono (baju batik) saat memeriksa sediaan masker di salah satu apotik (Joko Pramono for Jatim Times)

Untuk mengantisipasi adanya kepanikan setelah Presiden Jokowi mengumumkan adanya 2 warga Indonesia yang tertular Corona, Forkopimda Tulungagung melakukan pemeriksaan terhadap ketersediaan bahan pokok dan alat kesehatan berupa masker dan anti septik.

Pemeriksaan dilakukan dengan mendatangai sejumlah toko swalayan dan apotik.

Hasilnya di toko swalayan, stok masker dan antiseptic kosong, sedang di apotik harga masker melonjak hingga 8 kali lipat.

“Yang jelas masker naiknya sangat signifikan, anti septik  barangnya juga habis meskipun harganya naik, lalu beras dan gula ada pengurangan,”ujar Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, Rabu (4/3/3/20).

Untuk memastikan tidak adanya gejolak pasca diumumkan masuknya virus corona ke Indonesia, pihaknya akan berkoordinasi dengan forkopimda lainya agar ada keseragaman harga. Jangan sampai kondisi ini dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk mengambil keuntungan pribadi.

Maryoto berpesan pada masyarakat agar tidak panic. Pemerintah akan mengambil sejumlah kebijakan agar kebutuhan masyarakat tetap bisa tercukupi.

“Yang penting masyarakat jangan panic, pemerintah sudah mengambil langkah antisipasi agar (untuk) penyediaan kebutuhan mengatasi adanya isu-isu corona,” terang Maryoto.

Tak bisa dipungkiri, Tulungagung merupakan salah satu kantong TKI di Indonesia. Untuk itu pihaknya sudah berkoordinasi dengan forkopimdan agar mendata dan melaporkan TKI yang baru tiba di Tulungagung. jika ditemukan TKI yang mempunyai gejala mirip corona, maka harus dilaporkan dan mendapat perawatan.

“Disana ada Kepala Desa, babinsa dan bhabinkamtibmas agar peka untuk melaporkan, nanti jika ada (TKI) yang sakit akan dibawa ke RSUD,” ujar Maryoto.

Sementara itu Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia menuturkan akan berkoordinasi dengan Disperindag menyikapi tingginya harga masker saat ini. Jangan sampai kondisi ini dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk mengeruk keuntungan pribadi.

“Bila perlu nanti di tiap apotek atau swalayan ada (papan) standar harganya,” tegas Kapolres.

Terkait adanya berita bohong terkait corona yang bisa menambah kepanikan masyarakat, Kapolres akan melakukan patroli siber dan akan langsung men take down (melumpuhkan) akun penyebar hoaks itu.

“Segala kejadian di Tulungagung akan kita tindak lanjuti dengan cepat,” tandas Kapolres.

Sementara itu pemilik apotek di jalan Diponegoro, Tulungagung, Susi menuturkan jika haraga masker di tempatnya memang naik. Kenaikan ini lantaran harga dari distributor juga mengalami kenaikan tajam. Dari distributor dirinya mendapatkan harga sebesar 125 ribu per boks isi 50 masker. Padahal sebelum adanya corona, harga masker hanya 23 ribu per boks.

“Kita jual 200 ribu per boks,” ujar Susi.

Kenaikan harga masker ini sudah terjadi sejak awal Februari lalu.

Stok masker di apoteknya masih banyak. namun dirinya mebatasi pembelian masker 1 boks untuk 1 orang.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Tulungagung berita tulungagung

Berita Lainnya