Salah seorang peserta diperiksa menggunakan metal detektor oleh Satpol PP sebelum masuk ruang ujian (Joko Pramono for JatimTIMES)
Salah seorang peserta diperiksa menggunakan metal detektor oleh Satpol PP sebelum masuk ruang ujian (Joko Pramono for JatimTIMES)

Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo berharap peserta yang mengikuti tes CPNS Tulungagung 2019 ini bisa terseleksi dengan baik. Pasalnya pihak pemkab sudah menyediakan tempat yang representatif dan fasilitas untuk ujian CPNS ini.

“Harapan kami bisa terseleksi dengan baik,sesuai dengan kebutuhan pegawai di Kabupaten Tulungagung,” ujar Maryoto.

Di Tulungagung sendiri ada sekitar 10 ribu lebih pendaftar. Namun yang lolos admnistrasi dan mengikuti SKD untuk formasi Kabupaten Tulungagung 9.742 peserta. Sebanyak 103 pesera adalah P1/TL, yaitu peserta seleksi CPNS tahun sebelumnya yang memenuhi passing grade, namun tidak lolos SKB. Dari jumlah itu, 12 orang di antaranya menyatakan tidak ikut SKD dan menggunakan nilai tahun sebelumnya.

Tes CPNS 2019 yang dilaksanakan memperebutkan 601 formasi, terdiri dari tenaga pendidikan sebanyak 237 orang, tenaga kesehatan 157 orang dan tenaga teknis 207 orang. Jumlah formasi itu juga dibagi untuk formasi umum 535, cumlaude 53 dan disabilitas 13.

Meski begitu, Maryoto mengaku kebutuhan pegawai di Tulungagung masih kurang, terutama di bidang pendidikan. “Masih (kurang) banyak, apalagi sejak 2009 banyak pegawai kita yang pensiun, terutama di bidang kependidikan,” terang Maryoto.

Maryoto mencontohkan di beberapa SD negeri di wilayah pinggiran kebanyakan hanya ada 1 ASN, yaitu kepala sekolahnya. Padahal idealnya di tiap SDN setidaknya ada 7 pegawai ASN yang mengajar dari kelas 1 hingga 6 dan 1 kepala sekolah. Saat ini jumlah ASN di Tulungagung kurang dari 12 ribu.

Sementara itu Kepala BKD Tulungagung, Arief Boediono mengatakan pihaknya menyediakan 300 laptop untuk ujian ini di ruang Computer Assisted Test (CAT) yang sudah disiapkan. Tes ini digelar 10-16 Februari 2020. Panitia juga telah mengatur ballroom hotel ini menjadi beberapa bagian. Semua peserta wajib menitipkan barang bawaannya.

"Di bagian depan ada ruang penitipan barang. Karena tes ini tidak membutuhkan barang apa pun, kecuali KTP dan pengenal untuk tes," terang Arief.

Setelah menitipkan barang, peserta wajib masuk ke metal detector. Semua barang yang mengandung logam tidak boleh dibawa masuk, termasuk ikat pinggang. Panitia menyediakan rafia untuk menggantikan peserta yang harus melepas ikat pinggang.

"Kami akan dibantu polisi dan Satpol PP untuk memastikan tidak ada logam yang masuk. Semua diperiksa dengan ketat agar tidak ada kecurangan,"  sambung Arief.

Metal detector ini memungkinkan untuk mengetahui alat yang bisa dipakai untuk melakukan kecurangan. Misalnya kamera atau alat dengar kecil yang dipakai berkomunikasi dari luar ruangan. Lolos dari metal detector, peserta melakukan verifikasi dan pemberian tanda peserta.

Masuk lebih dalam ke hall sisi utara, peserta akan melakukan registrasi dan mendapatkan PIN. Setelah itu semua peserta masuk ruang transit, untuk mendapatkan penjelasan alur tes CPNS ini.

Usai dari ruang transit, peserta masuk ruang CAT. Masih menurut Arif, seluruh ruangan dan tahapan sebelumnya wewenang BKD dan Panselda. Namun ruang CAT sepenuhnya wewenang BKN Jawa Timur.

Untuk kelancaran tes, Pansel dan BKD telah menggandeng PLN agar tidak terjadi pemadaman selama tes. Namun jika ada kondisi luar biasa dan harus ada pemadaman, ada tiga buah generator set (genset) yang disiagakan. Selain itu untuk koneksi internet, Panselda menggandeng Telkom. 

Setiap hari tes dilaksanakan lima sesi, mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.30 WIB. Setiap sesi selama 90 menit, dan ada jeda 30 menit untuk setiap sesi. Khusus pelaksanaan hari pertama, dimulai dari sesi ke-2, pukul 10.00 WIB.

Peserta yang lolos SKD akan mengikuti tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), yang akan ditentukan BKN. Namun menurut Arief, pelaksanaannya diperkirakan pada April 2020.