Lagi, Hasil Ujian Perangkat di Desa Tambakrejo Dipertanyakan | Tulungagung TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Lagi, Hasil Ujian Perangkat di Desa Tambakrejo Dipertanyakan

Feb 08, 2020 15:08
Arif Mustakim dan suasana ujian perangkat Desa Tambakrejo. (Foto: Anang Basso/Tulungagung TIMES)
Arif Mustakim dan suasana ujian perangkat Desa Tambakrejo. (Foto: Anang Basso/Tulungagung TIMES)

Penjaringan dan penyaringan perangkat desa di Tambakrejo Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung sudah selesai dilaksanakan, Kamis (06/02) lalu. Namun, sejumlah peserta menyoal hasil ujian untuk posisi kasi perencanaan, kasi pemerintahan dan Kepala Dusun Tambak Sumber.

"Masalahnya cukup banyak, jadi kita akan bersurat ke panitia sekaligus ke berbagai pihak agar proses ujian diulang," kata Arif Mustakim, salah satu peserta yang gagal lolos.

Alasan dilakukan ujian ulang, di antaranya dia mendengar jika kerja sama yang dilakukan panitia awalnya dengan universitas ternama di Malang. Namun, tiba-tiba sekitar dua minggu sebelum pelaksanaan ujian panitia mengalihkan kerja sama dengan universitas di Tulungagung.

"Pengalihan MoU ini jelas tidak tepat bagi kita, ada apa ini," tanya Arif.

Selain itu, sebagai panitia Arif tidak melihat pernah disumpah. Sehingga, dia curiga adanya permainan oknum panitia untuk memuluskan peserta agar lolos.

"Setahu saya panitia itu harus diikat dengan sumpah, saya tidak pernah melihat panitia disumpah agar menjalankan tugasnya seperti peraturan yang ada," ungkapnya.

Akibatnya, jauh hari sebelum pelaksanaan dimulai sudah tersiar kabar jika calon ini dan itu akan lolos menjadi perangkat desa.

"Akhirnya nama-nama yang berembus dan diprediksi lolos ini ternyata betul-betul terbukti, apakah hal tersebut suatu kebetulan," tanya Arif.

Dirinya menyerahkan sepenuhnya agar pengawas dari kecamatan untuk bekerja mengevaluasi kejanggalan yang sudah ditulis dalam surat dan telah siap dikirim itu.

"Banyak hal lain, termasuk kami dimintai uang Rp 500 ribu, padahal aturannya gratis. Kemudian, kami dipaksa menandatangani surat pernyataan. Ini setelah kita lihat di aturan tidak ada, akan kita tanyakan semua jika surat kami diterima dan diminta klarifikasi," ujarnya.

Surat yang disiapkan Arif rencananya akan ditandatangani oleh empat peserta yang tidak lolos. Surat akan dikirim secepatnya ke panitia, kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa, Kecamatan Sumbergempol, Inspektorat, Bupati Tulungagung dan Ketua DPRD Tulungagung.

"Batas waktunya hari ini, tapi karena libur kita kirim yang di sini (desa), Senin kita kirim surat ke kabupaten," pungkasnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Tulungagung berita tulungagung

Berita Lainnya