Dinas Pendidikan Sebut Perkelahian Di Sekolah Adalah Kenakalan Remaja, Bukan Antar Perguruan Silat | Tulungagung TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Dinas Pendidikan Sebut Perkelahian Di Sekolah Adalah Kenakalan Remaja, Bukan Antar Perguruan Silat

Feb 03, 2020 20:09
Plt Kadin Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Haryo Dewanto / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
Plt Kadin Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Haryo Dewanto / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

Aksi kekerasan di sekolah yang merupakan dampak kenakalan remaja di sorot dinas pendidikan pemuda dan olah raga (Disdikpora) Kabupaten Tulungagung. Hal itu diungkapkan oleh pelaksana tugas (Plt) Kepala dinas pendidikan, Haryo Dewanto Senin (03/02) saat dirinya di Pendopo Kabupaten Tulungagung.

"Kejadian yang terakhir ini ada siswa mendemokan salam atau jurus perguruan, kemudian ada kekerasan," kata pria yang akrab dipanggil Yoyok tersebut.

Meski ada gerakan jurus atau salam perguruan, Yoyok membantah jika kejadian itu karena terpengaruh dampak bentrok perguruan yang sering terjadi di Tulungagung.

"Tidak ada kaitannya, ini saya nilai murni kenakalan remaja. Namanya anak menginjak usia remaja, hal demikian sering terjadi," tambahnya.

Meski merupakan kenakalan remaja, Plt Kepala dinas mengaku telah memerintahkan kepada kepala sekolah SMP Negeri 2 Bandung agar segera dilakukan mediasi.

"Yang belum terima ini orang tua, tapi anak-anak sudah kumpul dan berteman lagi. Ini tugas sekolah bagaimana agar masalah selesai," ujarnya.

Yoyok yakin, sekolah mampu membina siswa dan mencegah aksi serupa dalam lingkup sekolah.

"Kenakalan remaja yang terjadi pada siswa akan kita lakukan pembinaan, kewajiban guru dan kepala sekolah untuk melakukan itu," tegas Yoyok.

Sebelumnya, Hanya gara-gara praktek gerakan salam salah satu perguruan pencak silat, seorang siswa di Tulungagung di keroyok kakak kelasnya. Pelajar kelas VII di salah satu SMP di Kecamatan Bandung Kabupaten Tulungagung yang berinitial ROB (14) menjadi bulan-bulanan kakak kelasnya, Kamis (23/01) lalu.

Kakak kelas yang merupakan pelaku itu diketahui beritial RK (15) dan kawan-kawannya menganiaya ROB dengan tangan kosong dan gagang sapu.

Akibatnya, ROB kesakitan atas kejadian itu. Lantaran perut dan kepala ROB benjol, orang tuanya tidak terima dan melaporkan kajadian tersebut ke polisi.

Polisi mengamankan beberapa barang bukti di antaranya satu buah sulak atau kemuceng dan satu buah sapu lidi yang digunakan untuk menganiaya korban. 

Rupanya bukan hanya terjadi sekali saja, sebelumnya beberapa perkelahian juga terjadi di sekolah tersebut. Namun, pihak sekolah berhasil mendamaikannya dan tidak sampai ke pihak berwajib.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Tulungagung berita tulungagung

Berita Lainnya