Akhirnya, Kades Dan BPD Bendilwungu Sepakat Dengan Putusan Bupati Tulungagung | Tulungagung TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Akhirnya, Kades Dan BPD Bendilwungu Sepakat Dengan Putusan Bupati Tulungagung

Feb 03, 2020 16:38
Musyawarah Tertutup BPD dan Kades Bendilwungu dengan Bupati Tulungagung / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES
Musyawarah Tertutup BPD dan Kades Bendilwungu dengan Bupati Tulungagung / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

Sembilan anggota Badan Permusyawaratan Desa bersama Kepala desa Bendilwungu Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung dipanggil Bupati Maryoto Birowo di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Senin (03/01) siang. 

Bersama pejabat terkait, Bupati, BPD dan kepala desa Bendilwungu menggelar pertemuan tertutup di salah satu ruang yang berada disisi kanan bangunan utama.

Setelah sekitar satu jam pertemuan, tampak ketua BPD bersama Kepala desa Bendilwungu, camat Sumbergempol serta bupati Maryoto Birowo menjalani sesi foto bersama.

"Pengisian perangkat desa saat ini dihentikan atau diundur," kata Ketua BPD Khoirul Anwar.

Alasan dihentikan atau diundur menurut Khoirul karena ada kesalahan hukum dan menjaga situasi dan kondisi yang terjadi saat ini.

"Untuk menjaga situasi dan ada kesalahan hukum karena proses pemindahan belum ada," tambah Khoirul.

Pihak BPD menerima solusi dan menjadikan keputusan yang disampaikan bupati karena menurut Khoirul itu adalah keputusan yang terbaik saat ini untuk desa Bendilwungu.

"Kita terima, yang terbaik dari bapak bupati seperti itu," jelasnya.

Mengapa panitia tidak di undang dalam kegiatan itu, Khoirul mengaku tidak tahu karena undangan yang diterima hanya BPD dan kepala desa.

"Yang dipanggil hanya BPD dan kepala desa, nanti (hasilnya) kita sampaikan panitia," ujarnya.

Dari informasi yang diterima, dalam ruangan tertutup sempat terjadi dinamika yang cukup panas. Pasalnya, sejumlah anggota BPD dan kepala desa Bendilwungu mempertahankan argumennya bahwa prosedur yang dilakukan telah sah dan sesuai dengan peraturan daerah (Perda).

"Biasa, namanya diskusi sempat ada perbedaan pandang. Namun pada akhirnya setelah bupati menjelaskan adanya cacat administrasi, semua bisa diterima," ungkap Kabag Humas Dan Protokoler Setkab Tulungagung, Galih Nuswantoro.

Sementara itu, saat hendak dikonfirmasi, kepala desa Bendilwungu Muhammad Sholeh sudah meninggalkan Pendopo Tulungagung dan menuju ke mobilnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Tulungagung berita tulungagung

Berita Lainnya