Di depan bupati, pihak yang berseteru, yaitu komite dan kasek SMKN 3 Boyolangu versus LSM Bintara melakukan mediasi di Pendopo Kabupaten Tulungagung. / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
Di depan bupati, pihak yang berseteru, yaitu komite dan kasek SMKN 3 Boyolangu versus LSM Bintara melakukan mediasi di Pendopo Kabupaten Tulungagung. / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

Perseteruan panjang antara Komite SMKN 3 Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, dengan sejumlah LSM (lembaga swadaya masyarakat) membuat Bupati Maryoto Birowo turun tangan. Ketua komite bersama sejumlah anggota dan kasek SMKN 3 Boyolangu serta ketua LSM Bintara diundang nonformal di Pendopo Tulungagung untuk  mediasi, Senin (30/12) pukul 10.00 WIB.

Juga hadir di antara mereka, Kepala Cabang Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Tulungagung dan Trenggalek Solikin. Mereka bertemu terkait persoalan saling memberikan somasi soal sumbangan yang dibebankan kepada wali siswa.

Pertemuan dilakukan secara tertutup. Sejumlah media hanya boleh mengambil foto sesaat sebelum acara mediasi dilakukan.

Setelah media mengambil foto, tampak Bupati Tulungagung Maryoto Birowo sudah berada di dalam ruangan dan duduk  di ujung meja pertemuan. Kemudian, setelah para jurnalis mengambil foto, pintu ruangan ditutup dan pertemuan dimulai.

Pertemuan tertutup itu dimulai sejak pukul 11.00 hingga pukul 13.00 WIB. Setelah pintu dibuka, ketua komite, kasek SMKN 3 Boyolangu, dan ketua LSM Bintara, beserta kepala cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur tampak tersenyum. Mereka bergandengan tangan saat wartawan mengambil gambar.

Apakah mediasi tersebut menyelesaikan segala persoalan  di SMKN 3 Boyolangu yang melalui komite telah dianggap menarik sumbangan yang membebani masyarakat dan bertolak belakang dengan kebijakan gubernur tentang pendidikan gratis hingga SMK/SMK? Ikuti perkembangannya dalam berita selanjutnya.