Bupati Tulungagung Maryoto Birowo (kemeja biru muda) saat melihat langsung  longsor di Desa Tugu, Sendang. (foto : Joko Pramono/Jatim Times)
Bupati Tulungagung Maryoto Birowo (kemeja biru muda) saat melihat langsung longsor di Desa Tugu, Sendang. (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

Akibat hujan deras sejak Jumat (27/12) siang hingga malam kemarin, bencana tanah longsor menerjang tiga desa di Kecamatan Sendang, Tulungagung. Tiga desa itu adalah Geger, Kedoyo dan Tugu.

Setidaknya tiga rumah terkena longsor, meskipun tidak terlalu parah. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam bencana ini. Namun, empat ruas jalan antarkampung terputus.

Dampaknya, perekonomian warga terganggu. Warga setempat pun tak bisa beraktivitas sementara. Termasuk memasok susu sapi ke pengepul.

Longsor terparah terjadi di Dukuh Mbaraan, Dusun Sukorejo, Desa Geger. Akses jalan dari Dukuh Mbaraan menuju Desa Geger lumpuh total.

Material setinggi 30 meter sepanjang 50 meter menutup seluruh badan jalan dengan kedalaman longsoran mencapai satu meter.

Untuk membersihkan material longsor, warga melakukan kerja bakti. Namun kondisi ini tak banyak membantu. Dibutuhkan alat berat berupa ekskavator untuk membersihkan material longsor dari jalan.

"Kondisi seperti ini, sangat diperlukan alat berat marena material longsorannya tebal. Tapi, sepertinya alat berat pun butuh dua hari untuk bisa bersih total," jelas salah satu warga setempat, Imam Mukti, yang sedang bekerja bakti bersama warga.

Sebelumnya juga terjadi longsor di lokasi yang sama, namun dalam skala kecil. Longsor terjadi pada pukul 16.30 dengan diawali suara gemuruh. "Warga yang mengetahui langsung mengecek ke sini dan kemudian melaporkan ke para perangkat desa," ungkap dia.

Akibatnya, warga setempat di Dukuh Mbaraan dan Bengkok (masuk Dusun Sukorejo), Desa Geger, tak bisa beraktivitas sementara. Pengiriman susu lumpuh. Jika pun ada warga yang mau pergi ke arah Desa Geger, mereka harus memutar jauh, kurang lebih lima kilometer.

"Kami berharap segera ada bantuan alat berat. Kalau hanya mengandalkan kerja bakti, bisa selesai 15 hari ke atas," ucap Imam.

Lomgsor juga twlerjadi di Dukuh Watu Wayang dan Dusun Krajan, Desa Tugu. Jalur yang menghubungkan Desa Tugu dan Nyawangan sempat lumpuh lantaran tertutup material longsor.

"Sore kemarin sempat tertutup total. Ada beberapa pohon seperti kelapa, maoni, durian yang tumbang. Sehingga sejak 19.00 kemarin, kami dan warga sudah kerja bakti. Memotong pohon agar bisa dilewati sepeda motor," ungkapnya.

Imbas dari kejadian ini, aktivitas pengiriman susu terganggu. Untuk sementara jalur pengiriman susu dialihkan  ke jalan Dusun Sukorejo, Desa Tugu, dan Desa Sendang yang kondisi jalannya rusak. "Kalau lewat jalur lain ini, memutar kurang lebih dua kilometer dan kondisi jalannya rusak," ujarnya.

Kerja bakti ini diharapkan bisa segera selesai agar perkonomian warga tidak terganggu. Warga juga diimbau untuk lebih hati-hati pada musim penghujan seperti saat ini karena bencana longsor bisa terjadi kapan dan dimana saja.

"Material ini merupakan lahan pertanian aktif, yang informasinya pemilik akan memulai masa tanamnya. Tapi hujan deras kemarin siang membuatnya longsor," terangnya.

Sementara itu, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo yang turun melihat lokasi longsor akan mengerahkan alat berat.  Itu mengingat jalan di Kecamatan Sendang yang terkena longsor merupakan jalur pengantaran susu yang menjadi sumber penghasilan warga Sendang. "Kami targetkan dalam 7-10 hari pembersihan selesai," ujar Maryoto.

Sedangkan pemilik rumah yang terdampak akan mendapatkan bantuan, baik material maupun bahan makanan.