sejumlah penghuni kos yang rata-rata pemandu lagu diperiksa urinya oleh BNNK Tulungagung (foto : Joko Pramono/Jatim Times)
sejumlah penghuni kos yang rata-rata pemandu lagu diperiksa urinya oleh BNNK Tulungagung (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

Pemberantasan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) di wilayah Kabupaten Tulungagung terus dilakukan. Tak hanya menyasar warga asli, warga pendatang yang tengah kos pun rentan terpapar narkoba. 

Seperti temuan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tulungagung, hari ini (Kamis, 28/11/19) saat melakukan razia ke sejumlah tempat kos. "Tujuannya adalah Tulungagung bersih dari narkoba," ujar Kepala BNNK Tulungagung, AKBP Sudirman selepas jalannya razia.

Dengan dibantu oleh Polisi, Polisi Militer dan Satpol PP mereka menyisir tiap kamar kos. Setidaknya ada 3 titik tempat kos yang diperiksa penghuni kosnya.

Di tempat kos pertama In Cast yang berada di Kelurahan Kuthoanyar petugas memeriksa urine 6 penghuni kos. Salah satu penghuninya, merupakan warga negara asing (WNA) asal Latvia. Hasilnya, seluruh urine penghuni kos negatif dari kandungan narkoba.

Pemeriksaan selanjutnya dilakukan di 2 tempat kos di Desa/Kecamatan Ngunut. Di tempat pertama, petugas memeriksa 24 penghuni kos dengan hasil negatif.

Pemeriksaan dilanjutkan ke tempat kos kedua di Ngunut. Di tempat ini 8 orang diperiksa urinenya. Hasilnya 2 orang positif mengandung metamfetamin (zat yang biasa ada dalam narkoba jenis sabu).

Selanjutnya keduanya langsung digelandang ke BNNK untuk diassesment dan diproses hukum.
"Yang kita dapat (positif) kita assesment," terang Sudirman.

Disinggung tentang pemilihan tempat kos dan wilayah Ngunut sebagai sasaran razia, Sudirman menuturkan tempat kos merupakan tempat yang berpotensi penyalahan narkoba setelah tempat hiburan.

Sedang kan untuk wilayah Ngunut, lantaran wilayah ini dikenal sebagai salah satu tempat dengan peredaran narkoba paling berpotensi di Tulungagung.

"Dari Jakarta (BNN pusat) Ngunut adalah tempat paling agak rawan (peredaran narkoba) dibandingkan wilayah lainnya," pungkas Sudirman.

Petugas juga sempat menggeledah kamar yang dicurigai menyimpan narkotika. Namun petugas tidak menemukan barang haram tersebut.

Tak hanya penyalahgunaan narkoba, dalam operasi ini juga terjaring 6 pasangan bukan suami istri yang tinggal bersama dalam 1 kamar kos. Mereka tidak bisa menunjukan bukti pernikahannya yang sah.

Selanjutnya ke 5 pasangan ini (1 pasangan terindikasi positif narkoba dibawa BNNK) didata oleh Satpol PP. "Ada 6 pasang, mereka kita suruh datang ke kantor Satpol PP untuk didata dan membuat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi," ujar Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Tulungagung, Agung Setyo Widodo.

Pemilik kos juga diperintahkan untuk datang ke kantor dan dibina agar menertibkan penghuni kosnya.