Kejadian menghebohkan sempat terekam video amatir di Pasar Panjer Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung, Rabu (25/09) siang. Seorang wanita yang diketahui bernama Mun (initial) dipaksa masuk ke mobil oleh beberapa lelaki dengan terus menangis histeris dan bergulingan sambil berontak.
"Wanita itu tadi bersama lelaki, kemudian kepergok oleh suami dan keluarganya," kata Sug, saksi mata di tempat kejadian.
Mun, yang diketahui adalah ibu rumah tangga dan memiliki suami bernama Kis (initial) itu dari rumah pamit menjemput anaknya pulang sekolah, namun bukannya setelah anak keluar kelas lalu pulang malah dirinya menemui Suhar warga Tugu Kecamatan Rejotangan, lelaki yang konon merupakan selingkuhannya.
"Lelaki itu kata suaminya perempuan pernah membawa lari istrinya ke Kalimantan, lalu setelah sekian lama suami masih memaafkan, tapi ternyata meski dimaafkan hubungan mereka tetap berlanjut," ungkap Sug.
Untuk membuktikan bahwa Mun dan Suhar selingkuh, pihak suami bersama keluarga besarnya beberapa hari nyanggong di sekitar Panjer. Ujungnya, Mun dan Suhar kepergok saat bertemu di Pasar Panjer dengan masih membawa anak yang berseragam sekolah.
"Tadi sempat bilang bahwa mereka mengintai sejak jam 03.00 dini hari, akhirnya saat keduanya bertemu Mun diseret masuk ke dalam mobil. Lelaki yang menemui kemudian menghilang," paparnya.
Sementara itu, keterangan berbeda datang dari SL, wanita yang juga melihat kejadian yang menghebohkan warga siang bolong itu.
"Perempuan itu punya dua anak, dia janjian sama lelaki dan rencananya mau lari ke Kalimantan. Tapi sebelum niatnya berhasil, suami dan keluarganya berhasil memergoki di Pasar Panjer," terang SL.
Pihak suami menurut SL sudah menyiapkan karet untuk mengikat tangan dan kaki perempuan.
"Begitu ketahuan tangan dan kakinya langsung di ikat dan dimasukkan mobil, suaminya sudah menyiapkan karet untuk mengikat itu," jelasnya.
Kepala Desa Banyurip, Sugiyatno membenarkan jika Mun dan Kis adalah suami istri yang juga merupakan warganya. Namun, Yatno belum mengetahui secara pasti motif dan kronologi kejadian tersebut.
"Iya itu memang warga saya, tapi untuk kronologi dan motifnya masih belum kita ketahui pasti. Nanti jika sudah tau, akan saya sampaikan," ujarnya melalui jaringan telpon.
Hingga kini, video tersebut banyak diunggah di media sosial dan menjadi viral. Untuk motif secara pasti, masih belum mendapat keterangan secara utuh masalah apa yang mengakibatkan terjadinya peristiwa itu.
