Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Pedagang dan Petani Bisa Tersenyum, Harga Mentimun Meroket Tinggi

Penulis : Hakim Said - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

26 - Jul - 2019, 17:04

Placeholder
Petani mentimun di Dusun Guwo Desa Grogol Kecamatan Giri Banyuwangi

Para petani yang menanam mentimun kini bisa tersenyum. Sebab, harga di pasaran terutama di wilayah Bali cukup tinggi. Jika biasanya per kilogramnya laku Rp 5.000,- hingga Rp 8.000,-, kini sudah naik di kisaran Rp 15.000,- hingga Rp 20.000,- per kilogram nya.

"Sekarang mentimun lumayan mahal mas, bisa mencapai Rp 12.000,- hingga Rp 15.000,-. Bahkan di Bali bisa Rp 20.000," ujar Istiqomah pedagang di pasar Banyuwangi ini, Jumat (26/7/19).

Kenaikan harga itu sendiri dipengaruhi permintaan dari Bali yang sangat tinggi sejak sepekan terakhir.

"Tanaman timun juga sedikit, petani itu sebenarnya kapok menanam timun setelah diserang hama tikus dan bergul," kata Sanusi (49), warga Dusun Guwo, Desa Grogol, Kecamatan Giri.

Menurut Sanusi, harga mentimun di pasaran terus meroket. Pada pekan lalu, harga mentimun masih bertahan di angka Rp 8.000,- per kilogram. Tapi saat ini sudah melejit menjadi Rp 15.000,- hingga Rp 20.000,- per kilogram nya.

"Penjualan biasanya satu kodi yang berisi sekitar 10 kilogram dengan harga Rp 200 ribu," ungkapnya.

Agar mendapatkan hasil yang baik, jelas dia, terpaksa dirinya mempercepat panen. Karena dia khawatir jika tidak segera dipanen, harga mentimun bisa turun lagi. Selain itu, kalau sudah turun hujan mentimun tidak bisa disimpan terlalu lama dan mudah membusuk.

"Pokoknya sudah kelihatan matang atau agak tua langsung dipetik. Terkadang panennya kurang dua sampai tiga hari lagi," terangnya.

Saat ini mulai muncul hama dan berbagai serangan virus tanaman. Yang paling parah, serangan tikus sudah menyebar kemana-mana.

"Kalau harga mahal tanaman ya harus dijaga. Jika tidak, bisa habis dicuri maling, atau bisa rusak terkena serangan hama," lontarnya.


Topik

Ekonomi banyuwangi berita-banyuwangi Kenaikan-harga Hama-tikus Mentimun



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hakim Said

Editor

Sri Kurnia Mahiruni