Dalam pemberitaan di Tulungagung TIMES dengan judul "Lakukan Pencemaran Nama Baik, Wanita Ini Minta Maaf Dan Tempuh Perdamaian" yang dimuat pada 18 Januari 2019, nama yang ada dalam berita yakni Nuning Nurhayati (31) warga dusun Krajan RT 02 RW 01 Desa Majan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung meminta hak jawab atas penyebutan nama pada dirinya Selasa (22/01) siang.
Melalui penasehat hukumnya Muhamad Hufron Efendi SH, Nuning menjelaskan duduk permasalahan yang dihadapi sebelum akhirnya ada perdamaian dan permohonan maaf disampaikan pada Ovilacitra Gladistiana (28) warga Desa Sambirobyong Kecamatan Sumbergempol.
"Berawal pada tanggal 27 November 2018 lalu ada owner arisol berinisial F yang juga saat ini berdomisili di desa majan menawarkan arisan sistem duet yang hanya berisi dua orang," kata Nuning.
Arisol (arisan online) adalah arisan yang menggunakan sistem komunikasi dunia maya dan banyak diikuti oleh kaum hawa di Tulungagung, Nuning menjelaskan bahwa dirinya di beritahu oleh owner Arisol bahwa anggota arisan putaran itu adalah dirinya dan N yang berasal dari ngantru.
"Saya yang disitu disepakati mendapat tarikan pada tanggal 19 Desember 2018 pada hari saya harusnya narik tidak ada tanggapan apa-apa dari si peminjam tadi. Sampai malam hari setelah saya desak owner nya. Jawaban si owner mbak N yang sedang kerja di luar negeri belum mendapat gaji dari majikannya, padahal saya sudah membutuhkan uang," jelasnya
Karena sangat butuh uangnya, Nuning mendesak agar owner Arisol tersebut mencairkan uangnya. Hingga malam harinya, uang yang dimaksud di namun ternyata tidak utuh. Keesokan harinya saya minta lagi sisa uang saya dan mendapat jawaban masih dijanjikan beberapa hari lagi," tambahnya
Beberapa hari setelahnya wanita bernama N yang dimaksud mengirim screen shot percakapannya dengan Ovilacitra Gladistiana, disitu menjelaskan Ovila yang memakai nama mbak N untuk ikut arisan. "Jadi N ini mengaku hanya dipinjam namanya oleh Ovila,"
Kata Nuning, karena N merasa tidak enak akhirnya N mengaku sehingga owner Arisol memberikan reaksi seperti terkejut. "Ketika saya tanya pribadi owner mengaku tidak tahu menahu masalah pinjam nama tersebut, bahkan owner mengatakan untuk membantu menagihkan bila tidak mendapat uang dari ovila," tambahnya.
Saat itu, Nuning mencoba konfirmasi dengan Ovila dari menghubungi via WhatsApp dan Inbox, namun rupanya tidak dapat respons. "Akhirnya saya melihat ada Foto Ovila di salah satu akun Facebook dan saya komentari dengan tujuan agar Ovila ini respons karena ditandai (tag) dan punya itikat baik menjawab WhatsApp saya. Tapi ternyata Nihil," papar Nuning.
Karena itulah Nuning mengaku marah, dan melampiaskannya pada foto Ovila di media online. Kemudian pada tanggal 22 Desember 2018 di Arisol yang sama dengan owner sama ada juga peminjam dengan inisial N yang merupakan pengguna nama asli yang sama yaitu Ovila .
"Dan sama seperti sebelumnya disini ada beberapa kendala, disini saya sudah mulai emosi dan tidak ada respons apa-apa dari Ovila dan keluarlah kemarahan saya di grub inbok arisan dimana di dalamnya berisi beberapa anggota arisan sampai pada akhirnya setelah ada salah satu member arisol yang meminta Ovila untuk klarifikasi dan menghubungi saya," jelas Nuning.
"Nah setelah ovila menjelaskan kejadian sebenarnya di grub Arisol, barulah saya tau Lalu setelah tau antara saya dan Ovila sudah saling minta maaf akhirnya owner mencairkan semua uang saya beserta yang lain utuh," tandasnya.
Karena uang tarikan yang diterima sudah utuh, Nuning kemudian meminta maaf di group Arisol atau tepatnya pada Tanggal 23 Desember 2018. Akhirnya pada tanggal 03 Januari 2018 pada saat dirinya tidak di rumah ada pengacara ovila yang datang ke rumah terkait masalah pencemaran nama baik.
"Ketika itu saya hubungi dan sudah membuat kesepakatan bertemu. Ibu saya sakit dan saya sudah menyerahkan semuanya ke kuasa hukum saya. Masalah tersebut damai dan kami sepakat menutup masalah ini," pungkasnya
