Jatim Times Network Logo
01/02/2023
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Hukum dan Kriminalitas

Bisa Saja Kasus Suap di Tulungagung Dinikmati Berjamaah Seperti di Kota Malang, Tapi...

Penulis : Anang Basso - Editor : A Yahya

07 - Sep - 2018, 10:20

Pengamat Hukum Ali Shodik / Foto : Ali / Tulungagung TIMES
Pengamat Hukum Ali Shodik / Foto : Ali / Tulungagung TIMES

Pengamat hukum sekaligus ketua LSM Bintang Nusantara (Bintara) Ali Shodik menilai kasus korupsi yang melibatkan mantan Bupati dan rekanan di Tulungagung dan Blitar berpotensi berkembang ke beberapa pihak.

Bukan tidak mungkin, dari penggeledahan yang dilakukan oleh petugas KPK ke rumah pejabat birokrasi dan legislatif mengindikasikan adanya pihak lain yang terseret dalam putaran permainan pengaturan proyek dan berakibat dilakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) beberapa waktu lalu. 
"Jika dilihat dengan seksama, pemenang tender itu sudah diatur sehingga sebelum ada pengumuman tender pemenangnya sudah ada. Bagaimana mungkin ini bisa terjadi," kata Gus Ali 

Hal lain yang menjadi perhatian adalah kuat dugaan adanya anggota legislatif yang terlibat karena ikut memuluskan proses anggaran dengan lobby yang dilakukan oleh mantan kepala Dinas PUPR Sutrisno
"Kita tidak dalam rangka buruk sangka, jika itu pernah terjadi di kota Malang dan ternyata juga terjadi di Tulungagung maka itu menunjukkan bahwa selama ini memang "aturan mainnya" begitu dan bersifat umum," tandasnya 

Karena sudah menjadi semacam aturan main, menurut Ali tidak berlebihan jika kasus yang terjadi di kota Malang juga akan terjadi di Tulungagung. "Itu sama juga menikmati hasil korupsi berjamaah, maka yang terlibat bisa kena. Namun ini harus dipertegas," paparnya 

Penegasan yang dimaksud adalah memperjelas siapa oknum anggota legislatif yang diduga menerima, siapa oknum wartawan atau LSM yang turut menikmati. 
"Harusnya diperjelas siapa orangnya, karena saya yakin dari besaran dana dan intansi yang beredar di media sosial dan media online saat ini itu bukan pada semua anggota dewan atau wartawan dan LSM keseluruhan," paparnya 

Pengamat hukum yang juga menjadi pengajar di salah satu universitas di Tulungagung ini meminta pada publik untuk tidak terbaru menyimpulkan kabar yang beredar. 
"Yang jelas, penggeledahan yang dilakukan KPK itu belum tentu yang digeledah terlibat. Bisa saja melakukan penggeledahan karena penyidik memerlukan bukti tambahan agar perkara yang bergulir menjadi terang benderang siapa yang terlibat dan apa peran yang dilakukan," jelasnya 

Meski segala kemungkinan dapat terjadi, proses hukum yang berjalan harus dihormati dan tidak boleh mengambil persepsi di luar kewenangannya. 
"Semoga proses hukum yang sedang berjalan ini dijadikan pelajaran dan introspeksi bagi warga masyarakat Tulungagung ke depannya," pungkasnya 

Beredar kabar melalui media sosial jika uang hasil korupsi yang terjadi di Tulungagung dan tertangkap tangan KPK mengalir ke berbagai pihak. Namun secara resmi kabar yang dikatakan sebagai liputan sidang kasus suap pengusaha Susilo Prabowo (Embun) hingga kini belum mendapatkan konfirmasi resmi dari Pengadilan Tindak pidana korupsi (Tipikor) Surabaya. 


JOIN JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel anda.

Penulis

Anang Basso

Editor

A Yahya