Semakin dekat momen Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 membuat masing-masing pendukung orang-orang yang dijagokan semakin lantang bersuara. Mereka yang kini tengah santer dikabarkan akan berduel adalah sang petahana yakni Jokowi dan Prabowo.
Pendukung masing-masing tokoh kini sedang ramai perang meme atau bahkan karikatur yang menunjukkan dukungan salah satu pasangan. Namun sayang, kreativitas tersebut tercoreng dengan hal-hal yang berbau kekerasan. Baik kekerasan secara visual maupun verbal.
Berikut MalangTIMES mencoba kumpulkan tiga meme dan karikatur dukungan yang berbau kekerasan yang diunggah di dunia maya.
Meme Sepasang Kekasih

Meme satu ini tersebar di berbagai group WhatsApp. Dalam meme ini menggambarkan sepasang kekasih yang sedang bermesraan dengan berlatarkan siluet mentari yang akan terbenam. Si lelaki pun seakan menggombali wanitanya. “Semua permintaanmu pasti akan aku turuti sayang,”tulis sebuah percakapan yang menunjukkan si lelaki yang berujar.
Kemudian si wanita pun menjawab bahwa dia ingin Jokowi tetap jadi presiden pada 2019 mendatang.”#2019 tetap Jokowi,” ujarnya. Namun parahnya meme ini lantas memasang gambar pria tersebut mendorong kekasihnya hingga jatuh dari tebing.
Meme Presiden Soekarno Marahi Jokowi

Dalam meme itu tampak Presiden Jokowi duduk disebelah kursi taman dengan berpangku tangan. Di sebelahnya, ada presiden Soekaro dengan raut wajah seperti memarahi. Meme tersebut dilengkapi dengan dialog yang dilakukan Presiden Soekarno yang memarahi Jokowi.
“Nyapres gundulmu, ngurus Jakarta saja gak becus!”
Dalam meme ini memang tidak tergambar kekerasan secara fisik. Hanya saja kekerasan secara verbal terekam dalam tulisan pada dialog tersebut.
Karikatur menjadikan Jokowi Seperti Boneka

Dalam karikatur ini, tampak Prabowo digambarkan dengan skala gambar yang lebih besar dibanding dengan Jokowi. Dalam karikatur tersebut Prabowo digambarkan dengan raut wajah ‘bungah’ sedang memainkan boneka atau wayang yang saat itu digambarkan dengan sosok Jokowi dengan raut wajah kesakitan.
Karikatur tersebut dilengkapi dengan dialog yang dilakukan Prabowo. “Mau Presidennya dia.. ha..ha.. ha…”
Sedangkan karakter wajah Jokowi kembali tergambar di sudut bawah kiri gambar tersebut dengan dialog.”Sakkarepmu.. kita buktikan nanti!”
Fenomena perang meme atau karikatur ini dipandang sebagai hal yang lumrah bagi pengamat politik dari Universitas Brawijaya Ahmad Hasan Ubaid SIP MIP. Dosen program studi Ilmu Politik Ini mengungkapkan bahwa hal tersebut masih erat kaitannya dengan proses Pemilihan Gubernur DKI lalu.
“Di Pilgub Jakarta terlihat sangat pembelahan pemilih yang mendukung Anis vs Ahok, yang dalam konteks Pilpres ini dihadapkan juga pada situasi menjelang Pilpres. Kontestasi yang vis a vis inilah yang menurut saya melatar belakangi mengapa mereka sampai membuat meme atau karukatur semacam itu,”ungkapnya saat dihubungi MalangTIMES via WhatsApp.
Lebih lanjut Hasan menjelaskan, getolnya pendukung untuk tokoh yang didukungnya sehingga menciptakan ekspresi yang seperti digambarkan pada meme atau karikatur. “Saya kira tidak hanya dalam konteks karikatur atau meme saja ya. Bahkan saling serang dalam komentar-komentar para pendukung juga,”imbuhnya.
Hasan juga menjelaskan bahwa hal semacam itu bisa saja memengaruhi pemilih di masa Pilpres mendatang. “Tergantung pemilihnya. Jika pemilih rasional saya kira tidak akan terpengaruh, yang terpengaruh adalah pemilih-pemilih pada masing-masing kubu semakin menguat ke basisnya masing-masing. Kalau pemilih yang undecided pengaruhnya saya kira juga relative kecil,”pungkasnya.
