Medan Amrullah, Sekretaris DPD Partai Perindo Jombang yang dicopot, sedang menunjukkan surat somasi yang akan disampaikan ke Ketua DPD Partai Perindo Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Medan Amrullah, Sekretaris DPD Partai Perindo Jombang yang dicopot, sedang menunjukkan surat somasi yang akan disampaikan ke Ketua DPD Partai Perindo Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

 Konflik yang terjadi pada tubuh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Perindo Kabupaten Jombang, dinilai telah melanggar Anggara Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai.

Konflik di tubuh DPD Partai Perindo Kabupaten Jombang ini, bermula dari dicopotnya Sekretaris DPD Partai Perindo yakni, Medan Amrullah, melalui Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Perindo Nomor: 2215 - SK/DPP-PARTAI PERINDO/VI/2018 yang ditetapkan pada tanggal 21 Juni 2018.

Dari SK DPP Partai Perindo tersebut, memutuskan bahwa Medan Amrullah sudah tidak lagi menjabat sebagai Sekretaris melainkan diganti dengan Sekretaris DPD Partai Perindo Kabupaten Jombang yang baru yakni, Yasmiati SH.

Ketua DPD Partai Perindo, Drs H Achmad Tohari menjelaskan, pergantian kepengurusan di tubuh partai yang dipimpinnya di Kabupaten Jombang ini merupakan hasil dari penilaian Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Perindo. "Memang DPP memberikan perintah kepada kita (DPD) melalui DPW terkait kinerja-kinerja (pengurus partai, red). Di kami itu ada appraisal, ada rekam jejak. Ya perjalananlah selama berdirinya partai ini. Jadi murni semua kader di appraisal oleh tingkat diatas kita," beber Tohari menjelaskan.

Lain halnya dengan Medan Amrullah yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris DPD Partai Perindo Kabupaten Jombang, yang kini dicopot melalui SK DPP Partai Perindo Nomor: 2215 - SK/DPP-PARTAI PERINDO/VI/2018. Medan menilai penggantian pengurus DPD Partai Perindo Kabupaten Jombang ini menyalahi AD/ART Partai Perindo.

Dia mengatakan bahwa proses pergantian tersebut tanpa melalui rapat musyawarah pengurus DPD Partai Perindo, yang sudah diatur secara jelas di AD/ART. "Ya tidak ada (musyawarah anggota, red), tidak ada musyawarah di tingkat DPD, tidak ada rapat harian atau pleno," ujar Medan saat diwawancarai di kediamannya di Desa Jelakombo Kecamatan/Kabupaten Jombang, Selasa (18/7).

Sementara saat disinggung mengenai pencopotannya melalui proses appraisal (penilaian) sesuai yang diungkapkan Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Jombang, Medan menepis alasan dari Ketua DPD tersebut.

Medan menegaskan bahwa selama ia menjadi Sekretaris DPD Partai Perindo Kabupaten Jombang, tidak pernah ada tim appraisal untuk melakukan penilaian pengurus kader Partai Perindo. "Sepengetahuan saya tidak ada appraisal. Kalau appraisal yang dilakukan secara formal, pasti standartnya ada, ukurannya ada dan sebagainya," tandasnya.

Lantas, atas konflik yang disebabkan oleh pergantian kepengurusan DPD Partai Perindo Kabupaten Jombang ini, pihak Medan Amrullah memilih untuk memberikan Somasi kepada Ketua DPD Partai Perindo Jombang.

Somasi tersebut diberikan dengan tujuan untuk memberikan penjelasan tentang apa yang sebenarnya terjadi dan alasan pergantian kepengurusan partai. "Tadi malam saya sudah rapat dengan dewan pakar dan bidang politik (DPD Partai Perindo Jombang, red), kami musyawarah dan hasilnya kami akan lakukan somasi. Hari ini (18/7) kami akan menyampaikan somasi ke Pak Tohari," pungkasnya.(*)