Panorama hutan belantara hingga view asri khas pegunungan menjadi daya tarik tersendiri di kawasan destinasi wisata Gumuk Sapu Angin, Desa Resapombo, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar.
Pandangan mata di kejauhan, terlihat berjejer pohon rimbun berlatang belakang Gunung Kelud dan Gunung Kawi. Suasana di wisata itu sangat sejuk hingga sesekali berselimut kabut.

Para wisatawan tampak betah berlama-lama di tempat wisata tersebut. Mereka begitu asyik berswafoto di sejumlah lokasi spot foto favorit.Dengan letaknya yang cukup tinggi ditambah background Gunung Kelud dan Gunung Kawi, Gumuk Sapu Angin menjadi spot foto terbaik bagi Instagramable.Tempat ini juga cocok bagi wisatwan yang hobi motret.
“Di sini banyak spot foto bagus. View-nya pemandangan alam yang hutannya masih sangat hijau,” ucap pengelola Gumuk Sapu Angin, Agus Sugianto, kepada BLITARTIMES, Selasa (3/6/2018).
Wisata alam ini begitu Instagramable tidak hanya bagi generasi milenial, melainkan juga semua umur.Lokasi wisata yang dikelilingi hutan ini sangat nyaman untuk bersantai sembari bercengkerama bersama keluarga.
“Tak hanya cocok bagi yang suka selfie dan fotografi. Tempat ini juga cocok bagi yang ingin menenangkan hati dan pikiran. Udara disini sejuk sekali, karena ya memang pegunungan,” tambahnya.
Akses menuju lokasi terbilang cukup ekstrim. Selama perjalanan, anda akan dibawa melalui jalanan menanjak dan berkelok-kelok. Beberapa kilometer sebelum sampai lokasi, anda akan menempuh jalanan berbatu.

Hati-hati jika ke sini saat musim hujan, karena jalanan akan sedikit licin. Namun, meski demikian, rasa deg-degan selama perjanalanan mampu terbayar dengan pemandangan alam yang sungguh menawan.
Tiket masuk ke tempat ini terbilang sanngat murah, Anda cukup merogoh kocek Rp 2.000 untuk hari biasa dan Rp 3.000 untuk akhir pekan. Menurut Agus, dari parkir inilah pihaknya bersama pengelola dan pikdarwis mengembangkan wisata Gumuk Sapu Angin ini karena sejauh ini belum ada support dari pemerintah desa.

“Kami berpikir kreatif dalam mengembangkan wisata ini. Alhamdulilah Gumuk Sapu Angin terus berkembang. Wisatawan semakin banyak dan banyak warga sekitar yang berjualan membuka lapak kaki lima di sekitar lokasi wisata,” katanya. (*)
