Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Gaya Hidup

Ini Penjelasan Mendasar Kenapa Orang Suka Posting Galau di Medsos

Penulis : Sutrimo - Editor : Lazuardi Firdaus

02 - Aug - 2017, 16:16

Placeholder
Ilustrasi via bisnis.com

Apa yang terjadi di tempat yang berjauhan dengan hitungan detik saat ini bisa kita saksikan melalui pesan yang dikirim melalui medsos (media sosial). Informasi yang disampaikan bisa berupa sesuatu yang dibutuhkan masyakat, bersifat informatif dan edukatif.

Namun tidak sedikit juga informasi yang kita peroleh hal-hal yang bisa dikatakan tidak berguna. Ada begitu banyak pengguna medsos yang memposting foto atau tulisan remeh, ungkapan kegalauan, curhatan, umpatan, bahkan cacian. Kenapa mereka bertindak seperti itu?

Dalam buku The Art of Dealing with People yang diterbitkan Gramedia Jakarta 2009, Les Giblin menulis ada empat fakta penting di dunia ini yang harus diketahui manusia dalam interaksi sosial.

Satu, Kita semua egois (dalam arti positif);  Dua, kita lebih tertarik pada diri sendiri daripada apa pun lainnya; Tiga, setiap orang yang anda jumpai ingin merasa dirinya penting dan mempunyai nilai; Empat, setiap orang sangat mengharapkan persetujuan dari orang lain sehingga dia bisa menyetujui diri sendiri” tulis Les Giblin di halaman 11.

Bila dianalisis dengan pandangan Giblin di atas, posting foto, tulisan sepele, atau bahkan saling buli di medsos, pemosting pasti menganggap postingannya tersebut merupakan hal penting. Meskipun oleh sebagian orang postingannya hal yang bener-benar tidak penting.

Hal ini berkaitan dengan pribadi manusia yang bebas bertindak sesukanya. Dia berpandangan bahwa foto atau deskripsi tentang pergolakan perasaannya penting untuk dipublis (poin satu). Dari sini, posting foto atau tulisan karya sendiri pasti lebih memuaskan daripada memosting foto atau tulisan orang lain (poin dua).

Terang saja, bila foto atau tulisan yang diposting di-like, pemosting pasti bangga. Pun, bila dikomentari negatif, pemosting pasti marah. Minimal membalas dengan cemooh. Dia merasa kepribadiannya terancam. Meskipun nyata postingannnya memang hal yang remah.

Supaya tidak menimbulkan saling cemooh di medsos, camkan kembali perkataan Giblin pada (poin tiga) yang mengatakan setiap orang ingin dirinya dianggap penting dan mempunyai nilai. Siapa pun pasti merasakan ini. Entah orang biasa maupun yang memiliki derajad tinggi.

Poin tiga ini sekaligus menjelaskan, bahwa orang yang posting foto galau atau tulisan galau itu merupakan salah satu bentuk  ekspresi supaya dirinya dianggap penting oleh orang lain, atau memiliki nilai. Minimal dianggap eksis. Dalam tindakan di dunia nyata bisa disepadankan dengan caper (cari perhatian).

Terakhir (poin empat), siapa pun, meskipun faktanya menunjukkan sesuatu yang realistis, tapi kalau belum  ada persetujuan dari orang lain dirinya pun tidak yakin. Contoh, cewek yang cantik sekalipun dengan model rambutnya yang baru tidak yakin kalau dirinya tetap cantik. Masih butuh persetujuan dari orang lain melaui upload foto. 

Apa yang terjadi di tempat yang berjauhan dengan hitungan detik saat ini bisa kita saksikan melalui pesan yang dikirim melalui medsos (media sosial). Informasi yang disampaikan bisa berupa sesuatu yang dibutuhkan masyakat, bersifat informatif dan edukatif.

Namun tidak sedikit juga informasi yang kita peroleh hal-hal yang bisa dikatakan tidak berguna. Ada begitu banyak pengguna medsos yang memposting foto atau tulisan remeh, ungkapan kegalauan, curhatan, umpatan, bahkan cacian. Kenapa mereka bertindak seperti itu?

Dalam buku The Art of Dealing with People yang diterbitkan Gramedia Jakarta 2009, Les Giblin menulis ada empat fakta penting di dunia ini yang harus diketahui manusia dalam interaksi sosial.

Satu, Kita semua egois (dalam arti positif);  Dua, kita lebih tertarik pada diri sendiri daripada apa pun lainnya; Tiga, setiap orang yang anda jumpai ingin merasa dirinya penting dan mempunyai nilai; Empat, setiap orang sangat mengharapkan persetujuan dari orang lain sehingga dia bisa menyetujui diri sendiri” tulis Les Giblin di halaman 11.

Bila dianalisis dengan pandangan Giblin di atas, posting foto, tulisan sepele, atau bahkan saling buli di medsos, pemosting pasti menganggap postingannya tersebut merupakan hal penting. Meskipun oleh sebagian orang postingannya hal yang bener-benar tidak penting.

Hal ini berkaitan dengan pribadi manusia yang bebas bertindak sesukanya. Dia berpandangan bahwa foto atau deskripsi tentang pergolakan perasaannya penting untuk dipublis (poin satu). Dari sini, posting foto atau tulisan karya sendiri pasti lebih memuaskan daripada memosting foto atau tulisan orang lain (poin dua).

Terang saja, bila foto atau tulisan yang diposting di-like, pemosting pasti bangga. Pun, bila dikomentari negatif, pemosting pasti marah. Minimal membalas dengan cemooh. Dia merasa kepribadiannya terancam. Meskipun nyata postingannnya memang hal yang remah.

Supaya tidak menimbulkan saling cemooh di medsos, camkan kembali perkataan Giblin pada (poin tiga) yang mengatakan setiap orang ingin dirinya dianggap penting dan mempunyai nilai. Siapa pun pasti merasakan ini. Entah orang biasa maupun yang memiliki derajad tinggi.

Poin tiga ini sekaligus menjelaskan, bahwa orang yang posting foto galau atau tulisan galau itu merupakan salah satu bentuk  ekspresi supaya dirinya dianggap penting oleh orang lain, atau memiliki nilai. Minimal dianggap eksis. Dalam tindakan di dunia nyata bisa disepadankan dengan caper (cari perhatian).

Terakhir (poin empat), siapa pun, meskipun faktanya menunjukkan sesuatu yang realistis, tapi kalau belum  ada persetujuan dari orang lain dirinya pun tidak yakin. Contoh, cewek yang cantik sekalipun dengan model rambutnya yang baru tidak yakin kalau dirinya tetap cantik. Masih butuh persetujuan dari orang lain melaui upload foto. 


Topik

Gaya Hidup postingan-galau media-sosial



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Tulungagung Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Sutrimo

Editor

Lazuardi Firdaus