Untuk mensukseskan Sensus Ekonomi (SE) 2016, petugas sensus akan mencecar 22 pertanyaan tiap Kepala Keluarga (KK). Pertanyaan dasar yang diajukan di antaranya nama, alamat, status badan usaha, jumlah tenaga kerja, penggunaan internet, nilai input, dan output perusahaan.
"Sekecil apapun usahanya, misalnya jualan pisang goreng, tetap akan didata. Dalam bahasa statistik, usaha itu adalah setiap kegiatan yang berpotensi utung dan rugi," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Teguh Pramono, usai mengikuti apel persiapan sensus di Gedung Negara Grahadi, Kamis (28/4/2016).
Untuk SE tahun ini, BPS menerjunkan 52.500 petugas di Jawa Timur. Sensus ekonomi kali ini akan dilakukan sebulan penuh dimulai tanggal 1-31 Mei 2016 untuk mendatangi seluruh keluarga.
Hasil sensus kali ini merupakan tahap awal dan tahun depan sensus akan dilanjutkan lebih rinci dan fokus pada para pemilik usaha.
"Kenapa bertahap, agar data bisa segera disusun dan dibaca. Kalau terlalu rinci nanti membaca datanya terlalu lama malah akan tidak berguna," kata dia. (*)
