Ubur-ubur yang memenuhi pantai Kota Probolinggo sejak dua hari terakhir, ternyata bisa dimakan. Sebagai makanan, hewan dengan nama latin Aurelia Aurita ini disebut-sebut bisa memperkuat stamina pria.
"Ini bisa menambah stamina pengantin muda. Itu kata juragan saya dan yang pernah memakannya," kata Mustofa (50), warga Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, pengusaha pengolahan ubur-ubur.
Namun, makanan ubur-ubur ini belum populer di masyarakat. "Di China sudah populer. Kalau di sini, hanya di beberapa restoran di kota-kota besar. Kalau nggak ke restoran, ya gak nemu," kata Mustofa, Sabtu (16/4/2016) siang.
Pria yang menekuni usaha pengolahan ubur-ubur sejak 1972 ini menjelaskan, tak semua jenis ubur-ubur bisa dikonsumsi. Hanya jenis Cendol dan Kikir yang aman dikonsumsi setelah diolah. Ubur-ubur jenis ini, lebih besar dibandingkan yang memenuhi pantai Kota Probolinggo.
"Kalau yang sekarang banyak ditemukan di pantai, tidak bisa, dimakan," terangnya.
Ubur-ubur jenis Cendol dan Kikir ini, biasanya ditemukan di tengah laut dan tersangkut jaring nelayan.
Agar bisa dimakan, ubur-ubur direndam di air garam selama sepekan. Proses yang dinamakan fermentasi ini, bertujuan memadatkan tubuh ubur-ubur yang 95 persen terdiri dari air, biar mirip daging. 1 kilogram ubur-ubur, memerlukan 15 kilogram garam.
Setelah menjalani proses fermentasi, daging ubur-ubur perlu direndam di air tawar, sehari-semalam, sebelum dimasak. "Ini untuk menghilangkan asinnya. Kalausampeyan kuat asin, langsung dimasak tidak apa-apa," jelasnya.
Kasi Pengembangan Usaha Perikanan pada Dinaa Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Probolinggo, Khoirul Arifin mengatakan, selama ini stok ubur-ubur yang melimpah belum termanfaatkan dengan baik.
"Di Probolinggo, belum ada usaha pengolahan ubur-ubur menjadi aneka makanan siap saji. Menjadi salad misalnya. Ini menjadi tantangan ke depan," katanya, saat berkunjung ke rumah Mustofa.
Mustofa sendiri, tak sampai mengolah ubur-ubur siap makan. Dia menjual ubur-ubur hasil fermentasi ke kota-kota besar seperti Surabaya, Jakarta, Malang dan Bandung. (*)
