Dipermalukan 'Singo Edan', Persela Terluka | Tulungagung TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg
Piala Gubernur Kaltim

Dipermalukan 'Singo Edan', Persela Terluka

Mar 04, 2016 20:05
Asisten Pelatih Persela Didik Ludianto (kiri berdiri) bersama para pemain saat menjalani latihan di Stadion Surajaya Lamongan beberapa waktu lalu. (Foto: Ardiyanto/LamonganTIMES)
Asisten Pelatih Persela Didik Ludianto (kiri berdiri) bersama para pemain saat menjalani latihan di Stadion Surajaya Lamongan beberapa waktu lalu. (Foto: Ardiyanto/LamonganTIMES)

Kekalahan 1-3 Persela Lamongan, dari Arema Cronus menyebabkan luka mendalam di skuad Laskar Joko Tingkir. Namun, luka itu bukan karena kalah dari tim Singo Edan, melainkan kepemimpinan Wasit Kusni dalam laga penentuan Grup A. 

Keputusan kontroversial wasit yang memimpin pertandingan penentuan wakil dari Grup A di turnamen Piala Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), paling disorot oleh tim pelatih Persela. 

"No comment terkait wasit, sampai-sampai tak buat status (di blackberry messenger, res), karena aku sudah tahu hasilnya pasti kisruh sepakbola ini," ungkap Asisten Pelatih Persela Didik Ludianto paska pertandingan, Jumat (4/3/2016).

Pasalnya, jika di tilik dari beberapa pertandingan yang pernah dipimpin Wasit Kusni, ternyata memang kepemimpinannya tidak terlepas dari Kontroversi. Bahkan, Kusni pernah di ganjar skorsing selama dua pekan oleh Komite Wasit PSSI pasa 2014 silam. 

Keputusan di luar dugaan dikeluarkan Wasit Kusni dan membuat Victor Pae emosi dan melayangkan bogem ke arah wasit Kusni. Persela pun akhirnya hanya bermain dengan 10 orang sejak menit ke 24. 

"Benar saja, Viktor Pae terpancing terprovokasi akhirnya KK (kartu kuning) dan KM (kartu merah), itu kan wasit waktu di Piala Jendral Sudirman yang dikeluhkan Djajang Nurjaman Persib dan waktu ngerjain aku waktu lawan PS TNI," urainya. 

Didik pun merasa heran dengan penunjukkan Wasir Kusni dalam laga penentuan wakil Grup A. "Kusni orang Samarinda kenapa memimpin laga Arema melawan Persela, apa gak ada wasit lain selain dia, biar publik yang bisa menilai," ucapnya heran. 

Ia mensinyalir penunjukkan Wasir Kusni adalah sebagai upaya untuk meloloskan Pusamania Borneo FC (PBFC) ke babak berikutnya.

"Orang awam pun berfikirian pasti ada apa-apa ini karean laga kedua Gresik United lawan Borneo imposible Gresik United menang. Garapane alus," kata Didik. 

Lebih lanjut, Didik menambahkan, bila tidak ada kartu merah yang dikeluarkan Wasit Kusni, maka Ia yakin hasil pertandingan akan berbeda.

"Kalau 11 lawan 11 mungkin beda, tapi belajar dari pengalaman kita harus intropeksi diri," pungkasnya. 

Untuk di ketahui, Persela dipaksa menyerah 1-3 saat berhadapan dengan Arema Cronus di laga terakhir Grup A Piala Gubernur Kaltim, di Stadion Segiri, Samarinda.

Gol kemenangan Arema diciptakan Esteban Vizcara (53'), Hamka Hamzah (66') dan Srdan Lopicic (75'). Sementara gol Persela di lesakkan Herman Dzumafo pada menit ke 40. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Piala Gubernur Kaltim Arema Cronus Indonesia Persela Lamongan

Berita Lainnya