Senjata Pengeroyokan Santri Gunakan Fasilitas Pondok | Tulungagung TIMES

Senjata Pengeroyokan Santri Gunakan Fasilitas Pondok

Feb 29, 2016 21:27
Petugas unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jombang menunjukkan barang bukti berupa sabuk dan barbel yang jadi alat pengeroyokan. (Foto: Mardiansyah/JombangTIMES)
Petugas unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jombang menunjukkan barang bukti berupa sabuk dan barbel yang jadi alat pengeroyokan. (Foto: Mardiansyah/JombangTIMES)

Kerja cepat ditunjukkan aparat Polres Jombang dalam penyidikan kasus pengeroyokan berujung maut yang melibatkan 12 santri salah satu pondok pesantren di Desa Rejoso, Kecamatan Peterongan.

Dari pengembangan kasus yang dilakukan, 12 santri yang mengeroyok Abdullah Muzaki Yahya (15), asal Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, hingga tewas tidak cukup menggunakan tangan kosong.

“Menurut hasil pemeriksaan, beberapa santri menggunakan alat seperti barbel, raket, tali, ikat pinggang, sebagai alat pengeroyokan,” kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jombang, Ipda Pranan, Senin (29/2/2016).

Barang-barang itu, menurutnya adalah inventaris asrama dan biasa dipakai para santri beraktivitas.

“Oleh salah satu pelaku barbel dijatuhkan ke tubuh korban, sedangkan sabuk oleh pelaku dikalungkan ke leher korban,” tambahnya.

Pranan juga menjelaskan, tidak semua santri menggunakan benda-benda tumpul itu sebagai senjata melakukan pengeroyokan.

“Paling banyak menggunakan tangan kosong, dengan sasaran punggung, kepala, dan dada,” pungkas Pranan. (*)

Topik
Polres Jombang AKP Wahyu Hidayat Pembunuhan Santri Pengeroyokan Santri

Berita Lainnya