Mutasi 15 Pejabat Tinggi, Pengamat Apresiasi Penyegaran Birokrasi di Pemkot Batu
Reporter
Prasetyo Lanang
Editor
Yunan Helmy
23 - Jan - 2026, 11:56
JATIMTIMES – Mutasi besar-besaran di tubuh Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menjadi langkah strategis Wali Kota Nurochman dan Wawali Heli Suyanto di awal tahun ini. Pengamat menilai keputusan merotasi 15 pejabat tinggi mampu menjadi penyegaran birokrasi.
Dari total 15 pejabat pimpinan tinggi pratama (JPTP), pergeseran juga dilakukan di kursi sekretaris daerah (sekda) Kota Batu. Sekda Zadiem Efisiensi digeser setelah tujuh tahun menjabat dan kini menempati posisi asisten administrasi umum sekda Kota Batu. Penandatanganan serah terima jabatan dilakukan pada Rabu (21/1/2026) lalu di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani.
Baca Juga : Bupati Malang Bakal Buat Aplikasi Jasa Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo
Pemerhati sosial dan pemerintahan Maryunani memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah taktis pasangan Nurochman dan Heli Suyanto ini. Menurut dia, mutasi masal ini bukan sekadar pergantian wajah, melainkan strategi manajemen sumber daya manusia yang fundamental untuk mencapai visi besar pemerintah.
“Saya mengapresiasi langkah ini. Meskipun banyak pihak sudah menyuarakannya sejak lama, kebijakan ini menjadi bukti komitmen wali kota untuk melakukan penyegaran. Mutasi sangat penting untuk menghindari stagnasi dan kejenuhan yang bisa menurunkan performa birokrasi,” ujar Maryunani.
Dirinya juga menekankan bahwa pergantian jabatan sekda yang telah berlangsung lebih dari enam tahun adalah langkah sehat bagi sistem regenerasi. Ia berharap, kabinet baru ini mampu memperbaiki catatan buruk masa lalu, terutama terkait tingginya angka sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) yang kerap menembus angka Rp 1 triliun lebih.
“Semoga dengan semangat baru ini, pengelolaan anggaran lebih efektif sehingga manfaatnya langsung dirasakan oleh pembangunan di Kota Batu,” tambahnya.
Sedangkan Ketua Pokja Kota Batu Andrek Prana berharap adanya mutasi ini dapat memberikn pengaruh langsung terhadap masyarakat. Sehingga pejabat yang dimutasi tidak hanya berpindah kursi saja.
Baca Juga : Kendaraan Dinas Pemkab Malang Berusia Lebih dari 15 Tahun Dilelang
“Kami masyarakat Kota Batu tidak anti-perubahan. Kami mendukung segala upaya penyegaran birokrasi yang visioner dan berdasarkan meritokrasi murni. Namun, mutasi besar tanpa peta kompetensi yang transparan dan jaminan terhadap kualitas layanan publik berisiko hanya menjadi rotasi kursi belaka, bukan akselerasi menuju Mbatu SAE. Kami akan terus mengawasi secara kritis, karena komitmen bersama adalah memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Batu,” terangnya.
Apresiasi serupa juga datang dari gedung legislatif. Wakil Ketua II DPRD Kota Batu Ludi Tanarto menyebut mutasi ini sebagai sinyal positif bagi percepatan program pemerintah. Ia mendorong para pejabat yang baru dilantik untuk tidak membuang waktu dan segera melakukan aksi nyata di lapangan.
“Kami di DPRD sangat mendukung langkah ini dan berharap segera ada inovasi program baru yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Batu,” ucap Ludi.
