Pembangunan JLS Blitar Selatan Berlanjut, Lot 3A Ditarget Mulai Juni 2026

Reporter

Aunur Rofiq

23 - Jan - 2026, 10:54

Bupati Blitar Drs. H. Rijanto, MM meninjau langsung progres pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) Lot 3 di Blitar Selatan, Selasa (20/1/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai tahapan serta mendukung penguatan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi wilayah selatan Kabupaten Blitar.(Foto: Prokopim Pemkab Blitar)

JATIMTIMES — Pemerintah Kabupaten Blitar memastikan kelanjutan pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) sebagai proyek strategis penguatan konektivitas wilayah selatan. Bupati Blitar Drs. H. Rijanto, MM meninjau langsung progres pembangunan JLS Lot 3 di ruas Pantai Serang–Sumbersih, Kecamatan Panggungrejo, serta Ringinrejo–Pantai Jolosutro, Kecamatan Wates, Selasa (20/1/2026).

Peninjauan lapangan tersebut dilakukan untuk memastikan pekerjaan fisik JLS berjalan sesuai tahapan perencanaan yang telah ditetapkan. Dalam kesempatan itu, Bupati Rijanto menegaskan bahwa pembangunan JLS dikerjakan secara bertahap dan terukur, dengan memperhatikan aspek teknis, keselamatan, serta manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Baca Juga : Al Malhamah Kubra, Perang Besar Akhir Zaman Benarkah Sudah di Ambang Pintu

“Pembangunan JLS ini merupakan proyek strategis yang sangat penting untuk konektivitas wilayah selatan. Kami berharap pembangunan JLS di Blitar Selatan hingga tembus ke Kabupaten Malang dapat berjalan lancar sesuai target,” ujar Rijanto saat meninjau lokasi.

Rijanto menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Blitar bersama pemerintah pusat telah menyusun tahapan lanjutan pembangunan JLS. Salah satu agenda penting yang telah direncanakan adalah dimulainya pengerjaan JLS Lot 3A di wilayah Blitar bagian timur pada Juni 2026 mendatang. Pengerjaan ini diharapkan dapat mempercepat keterhubungan antarwilayah sekaligus membuka akses baru bagi kawasan selatan Blitar.

Menurut Rijanto, keberadaan JLS bukan semata proyek infrastruktur jalan, melainkan bagian dari strategi pembangunan wilayah. Jalan tersebut dirancang untuk menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di Blitar Selatan yang selama ini memiliki potensi besar namun belum sepenuhnya terhubung secara optimal.

“Keberadaan JLS diharapkan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat Blitar Selatan, terutama di sektor pertanian, pariwisata, dan sektor-sektor lain yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan warga,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Blitar optimistis, dengan tersambungnya JLS secara bertahap, kawasan selatan akan berkembang menjadi pusat-pusat ekonomi baru. Akses distribusi hasil pertanian menjadi lebih cepat, mobilitas masyarakat meningkat, serta sektor pariwisata pesisir memiliki peluang tumbuh lebih kompetitif.

Jls

Selain meninjau jalur utama JLS, Bupati Rijanto juga menaruh perhatian serius pada kesiapan infrastruktur pendukung. Pada Kamis (22/1/2026), Rijanto melaksanakan peninjauan aset milik Pemerintah Kabupaten Blitar serta jalan sirip atau jalan penghubung menuju JLS di Desa Ngadipuro dan Desa Gununggede, Kecamatan Wonotirto.

Dalam kunjungan tersebut, Rijanto menyampaikan bahwa hasil survei perkembangan infrastruktur yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar menunjukkan progres yang cukup baik. Meski demikian, masih terdapat beberapa ruas jalan yang memerlukan perhatian dan akan diperbaiki secara bertahap.

“Secara umum progres infrastruktur cukup baik. Namun memang masih ada beberapa ruas jalan yang perlu ditingkatkan agar akses menuju JLS benar-benar optimal,” ujar Rijanto.

Adapun ruas jalan yang menjadi perhatian antara lain Ngeni–Ngadipuro, Ngadipuro–Banyuurip, Dusun Kalikuning–Gununggede, serta Gununggede–Sumberboto. Ruas-ruas tersebut direncanakan masuk dalam program perbaikan secara sistematis dan berkelanjutan sesuai dengan prioritas pembangunan daerah.

Baca Juga : Khutbah Jumat 23 Januari: Kesempatan Meraih Ampunan di Malam Nisfu Sya’ban

Rijanto menegaskan bahwa pembangunan jalan sirip menuju JLS memiliki peran penting sebagai penghubung langsung antara pusat-pusat produksi masyarakat dengan jalur utama transportasi. Oleh karena itu, peningkatan kualitas jalan sirip akan terus dilakukan secara bertahap dalam jangka panjang.

“Kami ingin memastikan masyarakat benar-benar merasakan manfaat JLS. Jalan sirip ini penting agar hasil pertanian, produk UMKM, dan potensi wisata dapat terhubung langsung dengan jalur utama,” ucapnya.

Dalam setiap peninjauan lapangan, Bupati Blitar didampingi oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker JLS Blitar, Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, kepala perangkat daerah terkait, serta unsur Muspika setempat. Sinergi lintas sektor tersebut dinilai penting untuk menjaga kelancaran pembangunan dan memastikan program berjalan sesuai rencana.

Selain infrastruktur jalan, Bupati Rijanto juga meninjau pembangunan Koperasi Merah Putih di Desa Balerejo, Kecamatan Panggungrejo. Keberadaan koperasi ini diharapkan dapat menjadi penopang aktivitas ekonomi masyarakat seiring dengan terbukanya akses wilayah selatan melalui JLS.

Dengan kelanjutan pembangunan JLS dan penguatan infrastruktur pendukung, Pemerintah Kabupaten Blitar optimistis kawasan Blitar Selatan akan tumbuh sebagai wilayah yang maju, terhubung, dan memiliki daya saing ekonomi yang semakin kuat di masa mendatang.

Rijanto