Angin Puting Beliung Terjang Mlandingan Situbondo
Reporter
Wisnu Bangun Saputro
Editor
Yunan Helmy
14 - Jan - 2026, 09:32
JATIMTIMES - Hujan gerimis yang turun di wilayah pesisir Situbondo, Selasa (13/1/2026) sore, mendadak berubah mencekam. Angin puting beliung menyapu Dusun Krajan Pesisir, Desa Selomukti, Kecamatan Mlandingan, dan merusak belasan rumah warga dalam hitungan menit.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Warga yang tengah beraktivitas di dalam rumah dikejutkan oleh embusan angin kencang yang datang tiba-tiba, disertai suara gemuruh dan beterbangannya atap rumah.
Baca Juga : Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Makam Ki Ronggo
Koordinator Pusdalops PB BPBD Kabupaten Situbondo Puriyono atau Ipong mengatakan angin kencang tersebut merupakan dampak dari cuaca ekstrem yang melanda kawasan pesisir. Menurut dia, kekuatan angin cukup besar hingga mampu mengangkat genteng dan asbes rumah warga.
"Angin puting beliung disertai hujan gerimis itu merusak atap rumah warga. Ada yang gentengnya beterbangan, ada juga asbes yang berjatuhan," ujar Ipong.
Wilayah yang terdampak berada di RT 001 dan RT 002 RW 001 Dusun Krajan Pesisir. Dari hasil pendataan sementara, BPBD Situbondo mencatat sebanyak 16 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda-beda.
"Kerusakannya bervariasi, mulai dari ringan sampai berat. Satu rumah rusak berat, tiga rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak ringan," ungkap Ipong.
Beruntung, bencana tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Warga sempat panik, namun berhasil menyelamatkan diri saat angin kencang menerjang permukiman. "Tidak ada korban dalam kejadian ini. Semua warga selamat," kata Ipong.
Kerusakan terparah dialami rumah milik Rasul. Atap asbes rumah tersebut ambruk akibat terpaan angin, dengan estimasi kerugian mencapai sekitar Rp3,5 juta. Sementara rumah lainnya mengalami kerusakan dengan nilai kerugian antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta.
Baca Juga : Polresta Malang Kota Kerahkan 270 Personel Amankan Kunjungan Presiden Prabowo di Malang
Pasca-kejadian, petugas gabungan dari BPBD, Tagana Dinas Sosial, aparat kecamatan, TNI-Polri, pemerintah desa, serta relawan kebencanaan langsung turun ke lokasi. Mereka melakukan pendataan, kaji cepat, dan membantu warga membersihkan material bangunan yang rusak.
Selain penanganan awal, BPBD Situbondo juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. Kondisi cuaca ekstrem dinilai masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Situbondo.
"Masyarakat kami imbau agar lebih berhati-hati, terutama saat angin kencang dan hujan. Jika kondisi memburuk, segera mencari tempat yang aman," kata Ipong.
Hingga Rabu (14/1/2026) pagi, kondisi cuaca di Desa Selomukti dilaporkan masih tampak mendung. Meski demikian, BPBD bersama unsur terkait tetap siaga dan melakukan pemantauan untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
