Tubuh Kaget Usai Pesta Tahun Baru? Ini Cara Mengatur Pola Makan agar Kembali Sehat
Reporter
Mutmainah J
Editor
Dede Nana
01 - Jan - 2026, 09:50
JATIMTIMES - Pesta Tahun Baru sering identik dengan makanan berlemak, tinggi gula, dan porsi berlebihan. Tak heran jika setelah perayaan usai, tubuh terasa tidak nyaman, mudah lelah, atau berat badan naik. Kondisi ini umum terjadi dan tidak perlu disikapi dengan diet ekstrem.
Berdasarkan anjuran Kementerian Kesehatan RI, platform kesehatan seperti Halodoc, serta pedoman Gizi Seimbang, langkah terbaik setelah pesta adalah mengembalikan pola makan secara bertahap dan aman agar tubuh kembali seimbang.
Baca Juga : Trunajaya: Senjata Rahasia Cucu Pangeran Pekik Menggulingkan Amangkurat I
Berikut panduan mengatur pola makan setelah pesta Tahun Baru yang direkomendasikan oleh sumber-sumber kesehatan tepercaya.
1. Kembali ke Pola Makan Teratur
Kemenkes RI menekankan pentingnya jadwal makan yang teratur sebagai dasar pola hidup sehat. Setelah pesta, hindari melewatkan waktu makan dengan alasan “menebus” makan berlebihan sebelumnya.
Makan teratur membantu:
• menstabilkan kadar gula darah
• mencegah rasa lapar berlebihan
• menghindari makan berlebih di malam hari
• Sarapan tetap dianjurkan untuk menjaga energi dan metabolisme tubuh.
2. Perbanyak Konsumsi Air Putih
Menurut informasi kesehatan dari Halodoc, konsumsi air putih yang cukup sangat penting setelah tubuh menerima asupan tinggi garam, gula, dan lemak.
Manfaat minum air putih antara lain:
• membantu pencernaan
• mengurangi rasa begah
• mendukung proses detoks alami tubuh
Disarankan minum air secara bertahap sepanjang hari, bukan sekaligus dalam jumlah besar.
3. Tingkatkan Asupan Sayur dan Buah
Pedoman Gizi Seimbang Kemenkes menyarankan konsumsi sayur dan buah setiap hari sebagai sumber serat, vitamin, dan mineral.
Setelah pesta, serat membantu:
• melancarkan pencernaan
• menjaga rasa kenyang lebih lama
• membantu mengontrol asupan kalori
Sayuran hijau, buah segar, dan makanan berbahan dasar gandum utuh menjadi pilihan yang baik.
4. Kurangi Makanan Tinggi Gula, Lemak, dan Gorengan
Menurut berbagai sumber kesehatan, tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi kembali setelah konsumsi makanan tinggi kalori. Oleh karena itu, makanan manis, gorengan, dan berlemak sebaiknya dikurangi sementara.
Pengurangan dilakukan secara bertahap agar:
• tubuh tidak “kaget”
• pola makan tetap berkelanjutan
• risiko diet berlebihan bisa dihindari
Pendekatan ini dinilai lebih aman dibandingkan diet ketat mendadak.
5. Pilih Cara Pengolahan Makanan yang Lebih Sehat
Kemenkes RI menganjurkan metode memasak rendah lemak untuk menjaga kesehatan jangka panjang. Setelah pesta, pilih cara masak seperti:
• merebus
• mengukus
• memanggang
• menumis dengan sedikit minyak
Cara ini membantu menekan asupan lemak tanpa menghilangkan nilai gizi makanan.
6. Dengarkan Sinyal Lapar dan Kenyang Tubuh
Halodoc juga menekankan pentingnya mindful eating, yaitu makan sesuai kebutuhan tubuh. Makanlah saat lapar dan berhenti sebelum terlalu kenyang.
Kebiasaan ini membantu:
• mengontrol porsi makan
• menjaga berat badan
• meningkatkan kesadaran terhadap pola makan
7. Imbangi dengan Aktivitas Fisik Ringan
Selain pola makan, Kemenkes menyarankan aktivitas fisik ringan secara rutin. Tidak perlu olahraga berat, cukup:
• berjalan kaki
• melakukan peregangan
• aktif bergerak di rumah
Aktivitas ringan membantu metabolisme bekerja lebih optimal setelah masa pesta.
Mengatur pola makan setelah pesta Tahun Baru sebaiknya dilakukan dengan pendekatan sehat dan realistis. Berdasarkan anjuran Kemenkes, Halodoc, dan pedoman gizi, kunci utamanya adalah kembali ke pola makan seimbang, teratur, dan tidak ekstrem.
Baca Juga : Cahaya Lampion di Pasir Putih dan Doa Kiai Kholil di Alun-alun Situbondo Warnai Pergantian Tahun
Dengan langkah sederhana dan konsisten, tubuh akan kembali bugar tanpa tekanan berlebihan. Tahun Baru pun bisa dimulai dengan kebiasaan sehat yang lebih berkelanjutan.
