Tradisi Rabu Wekasan di Jawa Timur, dari Tumpeng Raksasa hingga Pawai Obor

Reporter

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya

19 - Aug - 2025, 12:20

Warga menggelar selamatan ritual rabu wekasan di Pantai Pondok Nongko, Banyuwangi, Jawa Timur, pada 2020 lalu. (Foto: Antara)

JATIMTIMES - Rabu Wekasan atau juga disebut Rebo Wekasan merupakan tradisi yang digelar setiap Rabu terakhir di bulan Safar dalam kalender Hijriah. Sebagian masyarakat muslim meyakini hari ini sebagai waktu turunnya bala, sehingga lahirlah berbagai ritual sebagai bentuk doa tolak bala.

Di Jawa Timur, tradisi Rabu Wekasan terus hidup dan berkembang, bahkan menjadi bagian penting dari kearifan lokal. Setiap daerah memiliki cara unik dalam merayakannya, mulai dari doa bersama, kenduri, hingga pawai obor. Berikut ini JatimTIMES rangkum deretan tradisi Rabu Wekasan di Jawa Timur: 

Baca Juga : Prakiraan Cuaca Jatim hingga 24 Agustus 2025: Hujan Cukup Merata 

1. Tradisi Rebo Wekasan di Gresik

Di Kabupaten Gresik, tepatnya Desa Suci, Kecamatan Manyar, Rabu Wekasan sudah menjadi tradisi turun-temurun sejak tahun 1483. Tradisi ini diyakini bermula dari ajaran Sunan Giri kepada muridnya agar menggelar syukuran atas keberkahan mata air Sendang Sono.

Hingga kini, warga setempat tetap melaksanakan ritual mandi di Sendang Sono tepat pukul 12 malam. Mereka percaya air dari telaga peninggalan murid Sunan Giri tersebut membawa berkah dan bisa menjadi obat berbagai penyakit.

Selain itu, masyarakat juga menggelar arak-arakan tumpeng raksasa, istigasah, hingga doa bersama. Seiring berjalannya waktu, tradisi ini makin meriah karena dirangkaikan dengan pasar rakyat, pameran UMKM, serta hiburan masyarakat.

Menariknya, tradisi Rebo Wekasan di Desa Suci juga berfungsi sebagai tegal deso (sedekah bumi) dan momen silaturahmi besar setelah Idul Fitri. Artinya, selain sarat nilai spiritual, tradisi ini juga menguatkan persatuan sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi warga.

2. Rebo Wekasan di Probolinggo

Warga Kelurahan Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo juga punya cara khas memperingati hari ini. Mereka menyebutnya dengan nama Rabu Bungkasan.

Ritual yang paling mencolok adalah pawai obor yang digelar sepanjang jalan perkampungan. Dalam prosesi ini, warga dan para santri melantunkan selawat serta doa-doa sebagai bentuk permohonan perlindungan.

Kepercayaan yang berkembang di sana menyebutkan bahwa Rabu Bungkasan adalah hari datangnya bala dan penyakit. Karena itu, mereka juga menyiapkan air dari tujuh mata air yang sudah didoakan para ulama. Air tersebut kemudian diperebutkan warga karena diyakini membawa berkah.

3. Rebo Wekasan di Banyuwangi

Di Banyuwangi, tradisi Rabu Wekasan dikenal lewat ritual petik laut. Warga menggelar doa bersama lalu melarung sesaji ke tengah laut menggunakan kapal kecil.

Baca Juga : Tata Cara Salat Mutlak Rabo Wekasan 2025, Lengkap dengan Doanya

Ritual ini diyakini sebagai upaya tolak bala sekaligus bentuk rasa syukur masyarakat pesisir. Selain sarat makna spiritual, tradisi ini juga menjadi bagian dari budaya maritim Banyuwangi yang terus dilestarikan.

Ritual Umum Rabu Wekasan

Selain tradisi khas daerah, ada sejumlah ritual yang lazim dilakukan masyarakat pada Rabu Wekasan, antara lain:
• Salat Sunah
Menurut Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Quds al-Maki dalam Kanz al-Najah wa al-Surur, salat Rabu Wekasan diperbolehkan dengan catatan diniatkan sebagai salat sunah mutlak, bukan salat khusus yang disyariatkan.

• Selamatan atau Kenduri
Hampir di semua daerah, warga menggelar selamatan dengan tujuan sama, yakni berdoa agar terhindar dari malapetaka.

• Puasa Tolak Bala
Sebagian masyarakat juga berpuasa pada Rabu Wekasan. Meski secara syariat tidak ada dalil yang mengatur puasa khusus ini, praktik tersebut dilakukan sebagai bentuk permohonan perlindungan.

• Mandi Tolak Bala
Tradisi mandi juga banyak dilakukan. Selain simbol membersihkan diri, mandi dipercaya bisa menghindarkan dari hal-hal buruk yang mungkin menimpa.

Demikian tradisi Rabu Wekasan di beberapa wilayah Jawa Timur. Meski beberapa ulama menegaskan bahwa tidak ada dasar syariat terkait amalan khusus Rabu Wekasan, tradisi ini tetap dipertahankan sebagai warisan budaya. Semoga informasi ini menambah pengetahuan kamu ya.