Kalender Jawa Senin Wage 21 Juli 2025: Watak, Rezeki, dan Pantangan

Reporter

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy

21 - Jul - 2025, 06:20

Kalender Juli 2025. (Foto: Enkosa)

JATIMTIMES - Hari ini, Senin (21/7/2025) bertepatan dengan pasaran Wage dalam kalender Jawa. Tanggal Jawa hari ini jatuh pada 25 Sura 1959 Tahun Dal dan berada di Wuku Prangbakat. Weton hari ini adalah Senin Wage dengan jumlah neptu 8 (Senin = 4, Wage = 4).

Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, weton diyakini mencerminkan karakter, arah rezeki, hingga potensi jodoh dan pantangan yang perlu diperhatikan. Berikut ini uraian lengkap mengenai watak dan makna weton Senin Wage dalam Wuku Prangbakat menurut primbon Jawa.

Baca Juga : Ombudsman Jatim Soroti Jalur Titipan di SPMB, Libatkan Oknum Parpol hingga LSM

Orang yang lahir pada weton Senin Wage umumnya dikenal sebagai pribadi yang pendiam, cermat, dan tekun. Mereka lebih senang bekerja di balik layar dan cenderung menghindari sorotan. Karakter mereka tenang, penuh pertimbangan, dan tidak mudah terpancing emosi.

Senin Wage termasuk golongan pemikir yang hati-hati dalam melangkah. Dalam lingkungan sosial, sosok Senin Wage sering dianggap misterius karena jarang terbuka. Namun di balik itu, mereka memiliki ketulusan hati dan loyal terhadap orang-orang terdekat.

Secara spiritual, pemilik weton ini dipercaya memiliki naluri tajam. Senin Wage mampu membaca situasi dengan baik meskipun tidak banyak bicara. Sifatnya yang hemat dan sederhana menjadikan mereka pandai mengelola keuangan.

Senin Wage hari ini berada dalam Wuku Prangbakat, wuku ke-10 dalam siklus kalender Jawa. Wuku ini diasosiasikan dengan pohon tirisan atau pohon kelapa, lambang dari kekuatan lahir batin dan umur panjang. Orang yang lahir dalam Wuku Prangbakat digambarkan sebagai pribadi yang mandiri, kuat, dan cukup dalam hal kebutuhan sandang dan pangan.

Simbol Wuku Prangbakat adalah burung Urang-urangan dan berada di bawah pengaruh dewa Rêsi Warabisma. Ciri khas wuku ini adalah kepribadian yang cekatan namun cenderung tertutup dan hemat. Bahkan dalam beberapa tafsir primbon, sifat hemat ini bisa berubah menjadi pelit jika tidak dikendalikan.

Karakter lain dari wuku ini adalah kekakuan dalam bersikap, mudah percaya pada orang lain sehingga berisiko tertipu. Hal ini digambarkan oleh simbol pohon beringin yang patah tertiup angin. Oleh karena itu, kewaspadaan adalah hal penting bagi Senin Wage yang berada dalam wuku ini.

Secara umum, rezeki pemilik weton Senin Wage dalam Wuku Prangbakat cukup stabil. Meski tidak terlalu mencolok secara materi, mereka pandai menjaga keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran. Senin Wage juga tidak mudah tergoda dengan kemewahan, lebih mengutamakan kebutuhan pokok.

Baca Juga : 16 Besar Piala Soeratin Jatim 2025, Tim Banyuwangi Putra Tantang Deltras Sidoarjo

Pekerjaan yang cocok untuk weton ini adalah bidang-bidang yang membutuhkan ketelitian dan konsistensi. Senin Wage cocok menjadi peneliti, guru, pustakawan, teknisi, akuntan, atau pekerjaan lain yang tidak membutuhkan banyak interaksi sosial namun menuntut fokus tinggi.

Dalam hal bisnis, Senin Wage disarankan untuk tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan. Usaha yang dimulai dengan pertimbangan matang dan perencanaan jangka panjang cenderung lebih berhasil.

Dengan neptu 8, weton Senin Wage dipercaya cocok dengan pasangan yang memiliki neptu 13, 14, atau 18. Beberapa contoh weton yang dianggap serasi antara lain: Jumat Pon (neptu 13), Kamis Kliwon (neptu 14), dan Selasa Legi (neptu 10).

Dalam primbon Jawa, setiap wuku memiliki pantangan tertentu yang perlu dihindari selama tujuh hari ke depan. Untuk Wuku Prangbakat, aktivitas seperti menggali tanah, membongkar bangunan, atau memindahkan barang dari tempat tinggi ke rendah tidak disarankan. Diyakini bahwa hal tersebut dapat mengundang gangguan atau kesialan.

Hari ini juga dinilai kurang baik untuk memulai aktivitas besar, seperti pindah rumah, menikah, atau memulai usaha baru. Sebaliknya, waktu ini cocok untuk kegiatan spiritual, kontemplatif, atau perencanaan jangka panjang. Membaca kitab suci, memperdalam ilmu, atau menata visi hidup akan lebih bermanfaat.