Bupati Sanusi Lepas Kontingen Jamnas XII Tahun 2026, Titipkan Misi Kenalkan Potensi Daerah di Panggung Nasional
Reporter
Tubagus Achmad
Editor
Nurlayla Ratri
11 - Aug - 2026, 06:31
JATIMTIMES - Bupati Malang HM. Sanusi melepas kontingen Gerakan Pramuka Kabupaten Malang menuju Jambore Nasional (Jamnas) ke-XII tahun 2026 yang digelar di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Wiladatika Cibubur pada tanggal 13 - 20 Agustus 2026 mendatang.
Pelepasan kontingen Gerakan Pramuka Kabupaten Malang yang dilakukan di Pendapa Agung Kabupaten Malang ini juga disaksikan oleh Ketua Kwartir Cabang Pramuka Kabupaten Malang Amarta Faza, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang Eko Margianto, serta para kepala satuan pendidikan dari para peserta didik yang terpilih menjadi kontingen Gerakan Pramuka Kabupaten Malang.
Baca Juga : HUT Arema ke-39, Wabup Lathifah Minta Generasi Muda Aremania Jadi Penggerak Perubahan
Bupati Malang HM. Sanusi menyampaikan, dalam kegiatan Jamnas ke-XII tahun 2026 kali ini mengusung tema "Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan". Melalui tema tersebut, Sanusi menitipkan pesan agar para peserta dapat menunjukkan kreativitas, keberanian berinovasi, kemandirian dan kemampuan membangun jejaring ketika bertemu peserta dari daerah lain di arena Jamnas ke-XII tahun 2026.
"Ini bukan hanya keberangkatan untuk mengikuti kegiatan, tetapi membawa nama Kabupaten Malang. Tunjukkan kreativitas dan inovasi yang menjadi kekuatan daerah kita," ungkap Sanusi, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, berada di forum nasional berarti membuka kesempatan bagi Gerakan Pramuka Kabupaten Malang untuk memperkenalkan identitas daerah secara langsung kepada peserta dari daerah lain. Ia juga meminta kepada para peserta untuk dapat menjadi representasi positif Kabupaten Malang.
Selain itu, Sanusi juga meminta kepada para peserta untuk memanfaatkan tema Jamnas ke-XII tahun 2026 kali ini menjadi pintu masuk bagi kontingen Gerakan Pramuka Kabupaten Malang untuk memperkenalkan kekuatan daerah di sektor pangan.
Ia menjelaskan, Kabupaten Malang memiliki potensi pendukung di berbagai sektor pangan. Mulai dari aktivitas pertanian, perkebunan hingga perikanan. Sejumlah potensi yang dapat diperkenalkan di tingkat nasional di antaranya padi lokal dengan produktivitas yang mencapai 15 ton, tebu Bululawang atau BL, Alpukat Pameling di Kecamatan Lawang; pengembangan kentang di Ngadas, Kecamatan Poncokusumo; budidaya Ikan Nila di Kecamatan Turen; serta inovasi garam tunnel di wilayah Malang Selatan.
"Mulai sejak dini kita ajari anak-anak kita untuk mencintai kekhasan dan kekayaan Kabupaten Malang untuk dikembangkan sebagai wujud keberkahan dari kesuburan tanah kita," ujar Sanusi.
Lebih lanjut, Sanusi juga meminta kepada kontingen Gerakan Pramuka Kabupaten Malang untuk dapat mengenalkan potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Malang kepada para peserta yang menghadiri arena Jamnas ke-XII tahun 2026. Menurutnya, interaksi dengan peserta dari berbagai provinsi menjadi peluang untuk memperluas cerita tentang daerah.
Baca Juga : Penutupan Bromo Diperpanjang hingga 15 Agustus 2026, Ini Update Kondisinya
Ia menyebut, wisata Gunung Bromo, pantai-pantai yang ada di Malang Selatan, wisata paralayang hingga Coban Sewu menjadi bagian dari potensi pariwisata di Kabupaten Malang yang dapat diperkenalkan secara lebih luas lagi di tingkat nasional.
"Bagi generasi muda, promosi daerah dapat dilakukan dengan cara yang sederhana. Percakapan, pertemanan, media sosial hingga jejaring antar peserta dapat menjadi ruang untuk membuat nama Kabupaten Malang semakin dikenal. Karena itu, para peserta Jamnas juga harus tampil sebagai duta pemuda Kabupaten Malang," jelas Sanusi.
Sementara itu, Sanusi meminta kepada kontingen Gerakan Pramuka Kabupaten Malang di Jamnas ke-XII tahun 2026 untuk membawa pulang prestasi, pengalaman, jejaring, wawasan, hingga semangat baru untuk berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Malang.
"Kedisiplinan dan kekompakan juga menjadi bekal utama. Di tengah padatnya kegiatan, jangan lupa makan, karena kalau lupa makan nanti lemas. Banyak kegiatan, tapi makan harus tetap dijaga," pungkas Sanusi.
