BPJS Ketenagakerjaan dan Pemkab Banyuwangi Ubah Santunan Menjadi Modal Produktif Lewat Program PEKA

Reporter

Aunur Rofiq

27 - Jul - 2026, 01:35

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat menerima cendera mata dari Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani usai peluncuran Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) di Banyuwangi. Program hasil kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tersebut bertujuan mendorong santunan jaminan sosial menjadi modal usaha produktif guna memperkuat kemandirian ekonomi keluarga pekerja.(Foto: BPJS Ketenagakerjaan)

JATIMTIMES – BPJS Ketenagakerjaan bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mendorong transformasi manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA). Program ini dirancang agar santunan yang diterima peserta maupun ahli waris tidak hanya menjadi bantuan tunai, tetapi juga menjadi modal usaha produktif yang mampu menopang keberlangsungan ekonomi keluarga.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Program PEKA di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Banyuwangi, Jumat (17/7/2026). Kegiatan itu dihadiri Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani serta diikuti 100 penerima manfaat. Peserta memperoleh pelatihan kewirausahaan hasil kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi.

Baca Juga : Tergerus Toko Online, Jumlah Pedagang Bendera Musiman Jelang HUT RI di Kota Batu Menyusut

Materi yang diberikan mencakup pengembangan produk, pengemasan, strategi pemasaran, digitalisasi usaha hingga peningkatan daya saing UMKM. Melalui pelatihan tersebut, penerima manfaat diharapkan mampu membangun usaha yang berkelanjutan sekaligus menciptakan sumber penghasilan baru bagi keluarga.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat mengatakan, Program PEKA merupakan implementasi konsep Value Beyond Protection. Artinya, perlindungan jaminan sosial tidak berhenti ketika santunan dibayarkan, tetapi berlanjut melalui pemberdayaan ekonomi agar keluarga pekerja tetap memiliki masa depan yang lebih baik.

"Secara regulasi kami telah menunaikan kewajiban ketika manfaat disalurkan kepada peserta maupun ahli waris. Namun secara moral kami ingin memastikan manfaat itu benar-benar menjadi bekal membangun masa depan keluarga," ujarnya.

Saiful menegaskan, BPJS Ketenagakerjaan tidak ingin santunan bernilai puluhan hingga ratusan juta rupiah habis untuk kebutuhan konsumtif. Karena itu, dana manfaat didorong menjadi modal produktif yang mampu menghasilkan pendapatan secara berkelanjutan.

"Kami ingin memastikan manfaat yang diterima tidak berhenti sebagai uang tunai. Jangan sampai santunan habis untuk kebutuhan sesaat. Kami ingin manfaat itu menjadi modal produktif agar penerima manfaat bisa kembali berusaha, memperoleh penghasilan, dan melanjutkan kehidupan keluarganya dengan lebih baik," katanya.

Pendampingan Berkelanjutan untuk Mencetak Pelaku Usaha Baru

Bpjs

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan menjalankan Program PEKA melalui konsep 3P, yakni Pelatihan, Produktif, dan Profit. Selain memperoleh pelatihan kewirausahaan, peserta juga mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan hingga mampu mengembangkan usaha yang menghasilkan pendapatan.

BPJS Ketenagakerjaan juga akan mempertemukan peserta dengan berbagai mitra strategis, termasuk sektor perbankan dan ekosistem usaha, sehingga memiliki akses terhadap pembiayaan, pengembangan bisnis, dan perluasan pasar.

Program ini memiliki indikator keberhasilan yang terukur. BPJS Ketenagakerjaan menargetkan sedikitnya 10 persen peserta pada setiap angkatan telah mampu menjalankan usaha produktif dalam waktu tiga bulan. Seluruh peserta akan dipantau dan dievaluasi secara berkala agar proses pendampingan berjalan efektif.

"Kami tidak ingin pelatihan selesai hanya dengan pemberian sertifikat. Seluruh peserta akan kami dampingi dan evaluasi bersama mitra agar benar-benar menjadi pelaku usaha yang produktif. Keberhasilan program ini diukur dari berapa banyak penerima manfaat yang mampu bangkit dan mandiri secara ekonomi," tegas Saiful.

Baca Juga : BPJS Ketenagakerjaan Kediri Raih Juara Gerai Terbaik Instansi Vertikal, Teguhkan Komitmen Wujudkan Pelayanan Publik Prima

Menurutnya, ketika penerima manfaat berhasil membangun usaha dan kembali memperoleh penghasilan, manfaat jaminan sosial tidak hanya menjaga keberlangsungan hidup keluarga pekerja, tetapi juga melahirkan pelaku usaha baru yang ikut menggerakkan perekonomian daerah.

Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan juga memiliki semangat yang selaras dengan Program PEKA milik Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, yakni Perempuan Kepala Rumah Tangga. Program tersebut selama ini memberikan bantuan peralatan usaha bagi perempuan kepala keluarga sebagai bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, hilangnya pencari nafkah akibat risiko pekerjaan maupun meninggal dunia menjadi salah satu penyebab keluarga jatuh ke dalam kemiskinan. Karena itu, perlindungan jaminan sosial harus diikuti dengan program pemberdayaan agar keluarga mampu kembali produktif.

"Kami sangat mengapresiasi Program PEKA karena tidak berhenti pada penyaluran santunan, tetapi juga membekali penerima manfaat agar bangkit kembali melalui kewirausahaan. Ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam menekan angka kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat," ujar Ipuk.

Ia menambahkan, kesamaan semangat kedua program tersebut menjadi modal penting untuk memperluas kolaborasi antara pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan dalam memperkuat perlindungan sosial sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Jangan takut memulai. Terus belajar, terus bekerja, dan terus berinovasi. Jadikan pelatihan ini sebagai modal untuk membangun usaha yang lebih baik sehingga manfaat yang diterima hari ini benar-benar menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih sejahtera," tuturnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Blitar Ahmad Pauzi menilai Program PEKA merupakan inovasi yang mampu mengubah santunan jaminan sosial menjadi modal produktif bagi keluarga pekerja. Melalui pelatihan dan pendampingan, penerima manfaat diharapkan mampu membangun usaha yang berkelanjutan sehingga kesejahteraan keluarga tetap terjaga.

"Program PEKA menjadi bekal bagi penerima manfaat untuk mengelola santunan secara bijak sebagai modal usaha. Dengan demikian, perlindungan jaminan sosial tidak hanya memberikan rasa aman saat risiko terjadi, tetapi juga mendorong lahirnya kemandirian ekonomi yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan," pungkas Pauzi.