Wilayah Jatim dan Sekitarnya Diguncang 121 Gempa Dalam Sepekan
Reporter
Ashaq Lupito
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
24 - Jul - 2026, 08:11
JATIMTIMES - Terjadi ratusan gempa bumi di wilayah Jawa Timur (Jatim) dan sekitarnya dalam kurun waktu seminggu. Ratusan gempa bumi tersebut tercatat sejak menjelang akhir Juli 2026. Yakni pada 17-23 Juli 2026.
"Pada periode tanggal 17 sampai dengan 23 Juli 2026 terjadi 121 kejadian gempa bumi di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya," ujar Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Malang Ricko Kardoso, Jumat, 24 Juli 2026.
Baca Juga : Dua Hari Terombang-ambing di Laut, Nelayan Situbondo Ditemukan Selamat di Pulau Gili Iyang
Ricko menyebut, tanggal 19 Juli 2026 menjadi momen di mana terjadinya gempa bumi terbanyak pada periode menjelang akhir Juli ini. Yakni dengan jumlah 29 kejadian gempa bumi yang terekam oleh BMKG.
Sedangkan kejadian gempa bumi paling sedikit pada periode ini terekam pada 23 Juli 2026. Yakni dengan jumlah sembilan kejadian. "Magnitudo terbesar pada periode ini adalah M 4.3 dan magnitudo terkecil yaitu M 1.17," tuturnya.
Ricko menuturkan, gempa bumi yang terjadi pada periode ini masih didominasi oleh gempa bumi dangkal. Yaitu gempa bumi yang terjadi pada kedalaman kurang dari 60 kilometer dari permukaan laut.
"Gempa bumi dangkal yang terjadi pada periode ini ialah sebanyak 99 kejadian," imbuhnya.
Sedangkan untuk 22 kejadian lainnya merupakan gempa bumi menengah. Yaitu gempa bumi yang terjadi di kedalaman pada rentang 60 hingga kurang dari 300 kilometer.
"Pada periode ini terdapat 22 kejadian gempa bumi menengah. Sedangkan untuk gempa bumi dalam, nihil kejadian," tuturnya.
Baca Juga : Nama Anak yang Bisa Ditolak Dukcapil, Orang Tua Wajib Tahu Aturannya
Gempa bumi dalam ialah gempa yang berada pada kedalaman lebih dari 300 kilometer dari permukaan laut. Sehingga tidak semua kejadian gempa bumi dapat dirasakan secara langsung oleh manusia.
Penjelasan tersebut sebagaimana yang terjadi pada periode menjelang akhir Juli 2026. Di mana, tidak ada kejadian gempa bumi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di Jatim dan sekitarnya pada periode ini.
"Kejadian gempa bumi disebabkan oleh aktivitas pertemuan lempeng tektonik IndoAustralia dengan lempeng Eurasia serta aktivitas patahan lokal," pungkasnya.
