Google Doodle Angkat Dangdut, Kenalkan Warisan Indonesia di Hari Musik Dunia

Reporter

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy

21 - Jun - 2026, 04:02

Tampilan Google Doodle spesial Hari Musik Dunia 2026. (Foto: screenshot)

JATIMTIMES - Google Indonesia menampilkan Doodle bertema dangdut dalam rangka memperingati Hari Musik Dunia yang jatuh pada Minggu, 21 Juni 2026. Ilustrasi tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap salah satu genre musik yang telah lama menjadi bagian dari identitas budaya Indonesia.

Hari Musik Dunia atau World Music Day (Fête de la Musique) sendiri diperingati setiap 21 Juni di berbagai negara sebagai momentum untuk merayakan keberagaman musik dan mendorong masyarakat menikmati maupun menampilkan karya musik. Tradisi ini pertama kali digagas di Prancis pada 1982 dan kini telah menjadi perayaan berskala internasional.

Baca Juga : Pimpin Ziarah Nasional Haul Bung Karno, Wali Kota Blitar: Bung Karno Tokoh Dunia Berpengaruh

Dalam perayaan tahun ini, Google Indonesia menggandeng desainer Ardhira Putra untuk menghadirkan Doodle bernuansa dangdut. Pilihan tersebut dinilai sejalan dengan posisi dangdut sebagai salah satu genre musik yang memiliki pengaruh besar dan digemari oleh berbagai kalangan masyarakat Indonesia.

Dangdut merupakan genre musik yang lahir dari perpaduan unsur musik Melayu, India, dan Arab. Nama “dangdut” diyakini berasal dari bunyi tabuhan gendang yang menghasilkan suara “dang” dan “dut”, yang kemudian menjadi ciri khas irama musik tersebut.

Genre ini berkembang pesat sejak era 1970-an dan terus berevolusi mengikuti perkembangan zaman. Perpaduan dengan berbagai unsur musik modern melahirkan variasi seperti popdut dan disco dangdut, sehingga mampu menjangkau pendengar lintas generasi tanpa kehilangan identitasnya sebagai musik khas Indonesia.

Pada Doodle yang ditampilkan Google, nuansa dangdut divisualisasikan melalui berbagai elemen seperti gendang, keyboard, seruling, tamborin, mikrofon, truk panggung, serta gemerlap lampu yang identik dengan pertunjukan musik dangdut di berbagai daerah.

Dalam siaran pers Google Indonesia yang dikutip dari Antara, Ardhira Putra mengatakan karya tersebut dibuat untuk mengajak masyarakat semakin bangga terhadap identitas musik nasional.

“Doodle ini saya buat untuk menginspirasi masyarakat agar terus bangga pada identitas musik kita. Bagi saya, dangdut adalah simbol inklusivitas, dengan perbedaan latar belakang yang ada, kita semua bisa berdiri di lantai panggung yang sama, saling bertukar kebahagiaan, dan berdendang bersama untuk merayakan kekayaan budaya Indonesia,” ujar Ardhira.

Sementara itu, Country Marketing Manager Google Indonesia, Muriel Makarim, mengungkapkan bahwa minat masyarakat terhadap dangdut di platform digital terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Google Search, pencarian untuk genre “Popdut” meningkat sekitar 30 persen, sedangkan “Disco Dangdut” naik 20 persen.

Peningkatan juga terlihat pada kata kunci yang berkaitan dengan hiburan dangdut. Pencarian “Dangdut Cafe” tercatat naik hingga 90 persen dan “Konser Dangdut” meningkat sekitar 30 persen. Selain itu, pencarian terkait “penyanyi Goyang Dombret” dan “lirik lagu Inul Daratista” melonjak lebih dari 100 persen.

Baca Juga : Di Selamatan Akbar Haul Bung Karno, Wali Kota Blitar Ajak Lanjutkan Api Perjuangan Sang Proklamator

Penyanyi dangdut Inul Daratista menilai perkembangan teknologi digital telah membuka peluang yang lebih luas bagi para talenta baru untuk berkarya dan dikenal masyarakat. Menurutnya, media sosial memungkinkan seseorang menampilkan kemampuan serta membangun personalitasnya secara lebih mudah dibandingkan pada masa lalu.

“Setiap zaman itu berbeda, zaman sekarang ada media sosial yang bisa eksplorasi. Personalitas mereka yang punya kelebihan bisa langsung dieksplorasi lewat media sosial,” kata Inul.

Ia juga menilai eksistensi dangdut tidak tergeser oleh kemunculan genre musik lain. Justru, banyak musisi dari berbagai aliran mulai membawakan lagu-lagu dangdut dengan sentuhan aransemen yang lebih modern.

“Lagu dangdutnya bisa dimodifikasi, bisa ditingkatkan ke mana-mana dan mereka juga membawakan lagunya,” ujarnya.

Pemilihan dangdut sebagai tema Google Doodle pada Hari Musik Dunia 2026 menjadi bentuk pengakuan terhadap besarnya pengaruh genre ini dalam budaya Indonesia. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan munculnya berbagai aliran musik baru, dangdut terus beradaptasi dan tetap memiliki tempat di hati masyarakat.

Kehadirannya di halaman utama Google diharapkan dapat semakin memperkenalkan kekayaan musik Indonesia kepada dunia sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan budaya nasional.