Tekan Harga Cabai, Pemkot Malang Siapkan Warung Tekan Inflasi di Dua Pasar
Reporter
Hendra Saputra
Editor
A Yahya
29 - May - 2026, 06:33
JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang segera menghadirkan Warung Tekan Inflasi (WTI) sebagai langkah konkret mengendalikan lonjakan harga bahan pokok sejak menjelang Hari Raya Iduladha. Program tersebut disiapkan untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus mempermudah masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan keberadaan Warung Tekan Inflasi menjadi strategi utama Pemkot Malang. Terutama dalam menghadapi tren kenaikan harga yang rutin terjadi menjelang hari besar keagamaan.
Baca Juga : Pemkot Malang dan Ombudsman RI Perkuat Sinergi, Parkir hingga Sampah Jadi Bahasan
“Kemudian untuk harga yang naik, kita akan membuat warung tekan inflasi. InsyaAllah dalam minggu ini warung tekan inflasi akan ada, supaya kita bisa mengendalikan harga,” ujar Wahyu.
Rencananya, Warung Tekan Inflasi akan dibuka di dua titik utama yakni Pasar Blimbing dan Pasar Dinoyo. Lokasi tersebut dipilih agar distribusi kebutuhan pokok lebih dekat dengan masyarakat. “Tadi kita buat di Pasar Blimbing dengan di Pasar Dinoyo. Kita dekatkan, sudah kita siapkan,” katanya.
Wahyu menjelaskan, konsep Warung Tekan Inflasi berbeda dengan operasi pasar biasa. Menurutnya, program ini lebih efektif dalam menjaga stabilitas harga karena melibatkan kerja sama antardaerah untuk menjamin pasokan komoditas tetap aman.
“Kalau pasar murah kan operasi pasar itu kan masih kita belum bisa menekan. Tapi dengan warung tekan inflasi, sudah terbukti bisa menurunkan harga dengan kerjasama antar daerah tadi,” jelasnya.
Dalam tahap awal, komoditas cabai menjadi fokus utama yang akan dijual di Warung Tekan Inflasi. Pasalnya, harga cabai dinilai menjadi salah satu yang paling sulit dikendalikan menjelang Iduladha. harga di pasaran tembus di angkat Rp 80 ribu. “Sementara yang paling tinggi yang tidak terkendali kan cabai. Kita buat cabai-cabai itu,” ungkap Wahyu.
Baca Juga : Sidak Pasar Klojen, Gubernur Khofifah Temukan Minyakita dan Beras SPHP Langka Sejak Ramadan
Selain cabai, Pemkot Malang juga terus memantau ketersediaan minyak goreng dan beras di pasaran. Wahyu menyebut pihaknya telah diminta berkoordinasi dengan Bulog untuk memastikan stok pangan tetap tersedia bagi masyarakat.
“Tadi juga diperintahkan oleh Bu Gubernur bahwa terkait dengan minyak goreng, terkait dengan beras yang tidak ada, kita diminta koordinasi dengan Bulog. Karena Bulog yang harus menyediakan pada pasar,” tuturnya.
Pemkot Malang berharap keberadaan Warung Tekan Inflasi mampu menjadi solusi nyata untuk menahan laju kenaikan harga bahan pokok sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
