Benarkah Puasa Arafah Bisa Menghapus Dosa 2 Tahun? Ini Penjelasan Lengkap dan Keutamaannya

Reporter

Mutmainah J

25 - May - 2026, 12:28

Ilustrasi puasa. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Bulan Zulhijah menjadi salah satu bulan yang paling istimewa dalam kalender Islam. Selain menjadi waktu pelaksanaan ibadah haji dan Hari Raya Iduladha, bulan ini juga dipenuhi berbagai amalan sunnah yang memiliki pahala besar. Salah satu ibadah yang paling dianjurkan adalah puasa Arafah.

Puasa Arafah dilaksanakan setiap tanggal 9 Zulhijah atau sehari sebelum Iduladha. Pada tahun 2026, puasa Arafah diperkirakan jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026. Ibadah sunnah ini dikenal luas karena memiliki keutamaan besar, yakni dapat menghapus dosa selama dua tahun.

Baca Juga : Idul Adha dan Catatan Kejahatan Pertama Manusia, Kisah Tragis Putra Nabi Adam

Keutamaan tersebut membuat banyak umat muslim berlomba-lomba menjalankan puasa Arafah. Namun, benarkah seluruh dosa selama dua tahun bisa terhapus hanya dengan berpuasa satu hari?

Keutamaan Puasa Arafah dalam Hadits Rasulullah SAW

Keutamaan puasa Arafah dijelaskan dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Abu Qatadah RA. Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa Arafah, aku berharap kepada Allah agar puasa itu dapat menghapus dosa satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya.” (HR Muslim)

Hadits ini menjadi dasar utama mengenai besarnya pahala puasa Arafah. Banyak ulama menyebut puasa Arafah sebagai salah satu puasa sunnah paling utama setelah puasa Ramadan dan puasa Asyura.

Selain menjadi sarana meraih pahala, puasa Arafah juga menjadi bentuk keteladanan kepada para jemaah haji yang sedang menjalani wukuf di Padang Arafah, salah satu rukun utama ibadah haji.

Meski memiliki keutamaan luar biasa, para ulama menjelaskan bahwa penghapusan dosa dalam hadits tersebut lebih merujuk pada dosa-dosa kecil atau shaghair.

Mengacu pada buku Fiqih Puasa karya Dr. Thoat Setiawan dan tim, puasa Arafah menjadi sebab diampuninya dosa kecil selama satu tahun yang telah berlalu dan satu tahun yang akan datang.

Sementara itu, dosa besar atau kabair tidak otomatis gugur hanya karena menjalankan puasa sunnah. Dosa besar tetap membutuhkan taubat nasuha, yakni taubat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Taubat tersebut meliputi:

• Menyesali perbuatan dosa yang telah dilakukan

• Segera meninggalkan perbuatan tersebut

• Bertekad tidak mengulanginya lagi

• Meminta ampun kepada Allah SWT

• Mengembalikan hak orang lain jika berkaitan dengan sesama manusia

Karena itu, puasa Arafah sebaiknya tidak hanya dipahami sebagai ibadah penghapus dosa, tetapi juga momentum memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan.

Amalan yang Dianjurkan di Bulan Zulhijah

Selain puasa Arafah, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak amal saleh selama 10 hari pertama Zulhijah. Dalam sejumlah hadits disebutkan bahwa amal ibadah pada hari-hari tersebut sangat dicintai Allah SWT.

Beberapa amalan yang dianjurkan antara lain:

• Memperbanyak dzikir dan takbir

• Membaca Al-Qur’an

• Bersedekah

• Menjalankan puasa sunnah

• Memperbanyak doa dan istighfar

• Berkurban bagi yang mampu

Rasulullah SAW bahkan menyebut tidak ada hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah dibanding 10 hari pertama Zulhijah.

Siapa yang Dianjurkan Menjalankan Puasa Arafah?

Merangkum buku Puasa Bukan Hanya Saat Ramadhan karya Ahmad Sarwat Lc., puasa Arafah dianjurkan bagi umat muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

Baca Juga : Satu Tahun Kepemimpinan Nanik-Suyatni: Gerak Bersama OPD, Hasilkan Solusi Nyata bagi Warga Magetan

Sementara bagi jemaah haji yang sedang melaksanakan wukuf di Arafah, puasa tidak dianjurkan. Hal ini karena kondisi fisik jemaah perlu dijaga agar tetap kuat menjalani rangkaian ibadah haji yang cukup berat.

Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW tidak berpuasa saat menjalani wukuf di Arafah ketika berhaji.

Niat Puasa Arafah

Berikut bacaan niat puasa Arafah:

Nawaitu shauma Arafata sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”

Niat puasa sunnah dapat dilakukan sejak malam hari hingga sebelum waktu zawal atau sebelum tergelincir matahari, selama belum makan dan minum sejak Subuh.

Jadwal Puasa Arafah 2026

Berdasarkan penetapan Hari Raya Iduladha 2026 yang jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026, maka puasa Arafah dilaksanakan sehari sebelumnya, yakni Selasa, 26 Mei 2026.

Selain puasa Arafah, umat Islam juga dapat menjalankan puasa Tarwiyah pada 8 Zulhijah atau Senin, 25 Mei 2026.

Puasa Arafah tidak hanya membawa pahala besar, tetapi juga mengajarkan umat muslim untuk meningkatkan kesabaran, menahan hawa nafsu, dan memperbanyak rasa syukur.

Ibadah ini juga menjadi pengingat bahwa Allah SWT selalu membuka pintu ampunan bagi hamba-Nya yang ingin bertaubat dan memperbaiki diri.

Karena itu, momen Zulhijah menjadi kesempatan berharga bagi umat Islam untuk memperbanyak amal saleh dan mendekatkan diri kepada Allah SWT sebelum datangnya Hari Raya Iduladha.