Jangan Terlewat! Puncak Hujan Meteor Lyrid Malam Ini, Begini Cara Melihatnya dari Indonesia

Reporter

Mutmainah J

22 - Apr - 2026, 04:50

Ilustrasi hujan meteor Lyrid. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Fenomena langit tahunan, hujan meteor Lyrid, kembali hadir dan mencapai puncaknya pada malam ini, Rabu (22/4). Momen ini menjadi kesempatan menarik bagi masyarakat Indonesia untuk menyaksikan “bintang jatuh” tanpa perlu alat khusus.

Hujan meteor Lyrid dikenal sebagai salah satu yang tertua dalam catatan sejarah. Fenomena ini aktif setiap tahun pada 16 hingga 25 April, dengan puncak aktivitas biasanya terjadi pada 22 atau 23 April.

Baca Juga : Hari Bumi di MIN 1 Kota Malang, Edukasi Lingkungan Diperkuat Lewat Aksi Nyata

Kabar baiknya, fenomena langka ini dapat disaksikan di langit malam Indonesia dan bisa dinikmati oleh masyarakat Indonesia. 

Fenomena Kuno yang Sudah Diamati Ribuan Tahun

Catatan sejarah dari China menyebutkan bahwa hujan meteor ini telah diamati sejak lebih dari 2.500 tahun lalu. Nama Lyrid sendiri diambil dari rasi bintang Lyra, yang menjadi titik asal kemunculan meteor di langit.

Fenomena ini terjadi akibat partikel debu yang ditinggalkan oleh komet C/1861 G1 Thatcher. Komet tersebut memiliki periode orbit sekitar 415 tahun mengelilingi Matahari, dan diperkirakan baru akan kembali terlihat dari Bumi pada tahun 2276.

Intensitas dan Keunikan Lyrid

Dikutip dari Time and Date, hujan meteor Lyrid termasuk dalam kategori intensitas sedang. Pada puncaknya, fenomena ini mampu menghasilkan sekitar 20 meteor per jam.

Meski tidak sebesar hujan meteor lainnya, Lyrid memiliki keunikan tersendiri. Beberapa meteor dapat meninggalkan jejak cahaya terang yang bertahan selama beberapa detik, menciptakan pemandangan dramatis di langit malam.

Selain itu, kondisi pengamatan tahun ini cukup mendukung. Bulan kuartal pertama akan terbenam menjelang tengah malam, sehingga langit menjadi lebih gelap dan ideal untuk melihat meteor.

Waktu Terbaik Mengamati di Indonesia

Bagi pengamat di Indonesia, termasuk wilayah Jakarta, hujan meteor ini mulai terlihat sekitar pukul 23.00 hingga menjelang matahari terbit.

Waktu terbaik untuk mengamati adalah setelah tengah malam, saat langit benar-benar gelap. Meteor akan tampak berasal dari arah utara (rasi Lyra), meski sebenarnya bisa muncul di berbagai bagian langit.

Cara Mengamati Hujan Meteor Lyrid

Dirangkum dari laman Space dan Pendidikan Matematika Unesa, berikut cara mengamati agar hasilnya maksimal:

• Pilih lokasi minim polusi cahaya

• Tunggu 20–30 menit agar mata beradaptasi dengan gelap

• Arahkan pandangan ke langit timur laut

• Gunakan aplikasi astronomi untuk membantu orientasi

• Amati dengan mata telanjang

• Hindari teleskop agar bidang pandang tetap luas

• Gunakan alas duduk atau berbaring agar nyaman

Tips Alternatif Agar Pengamatan Lebih Optimal

Selain cara umum di atas, ada beberapa tips tambahan yang bisa meningkatkan pengalaman melihat hujan meteor:

- Datang lebih awal ke lokasi untuk mencari posisi terbaik dan menghindari gangguan

Baca Juga : Masih Sering Hujan Padahal Sudah Kemarau? Ini Penjelasan BMKG

- Matikan atau redupkan layar ponsel agar mata tidak terganggu cahaya terang

- Bawa jaket atau selimut tipis untuk menjaga kenyamanan selama pengamatan malam

- Siapkan camilan atau minuman hangat agar tetap fokus dan tidak cepat bosan

- Ajak teman atau keluarga agar pengalaman lebih seru dan tidak terasa lama

- Hindari melihat sumber cahaya terang secara langsung selama pengamatan

- Perhatikan arah angin dan posisi duduk agar tetap nyaman dalam waktu lama. 

Dengan persiapan yang tepat dan kondisi langit yang mendukung, hujan meteor Lyrid bisa menjadi tontonan langit yang memukau. Jika cuaca cerah malam ini, sempatkan waktu untuk menikmati salah satu fenomena astronomi tertua yang masih bisa disaksikan hingga sekarang.