Gubernur Khofifah Ungkap Capaian Desa Mandiri dan Kemiskinan Turun ke 9,30 Persen
Reporter
Muhammad Choirul Anwar
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
30 - Mar - 2026, 05:33
JATIMTIMES – Jawa Timur (Jatim) kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional dalam pembangunan perdesaan. Berdasarkan Nota Penjelasan LKPJ 2025, jumlah Desa Mandiri di Jatim kini mencapai 4.716 desa.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebut, angka ini merupakan yang tertinggi di Indonesia, mencakup sekitar 23 persen dari total Desa Mandiri secara nasional, sekaligus menegaskan Jatim telah bebas dari Desa Tertinggal maupun Sangat Tertinggal.
Baca Juga : RINGKASAN LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH (RLPPD) KOTA MALANG TAHUN 2025
Transformasi di tingkat desa ini berdampak langsung pada indikator kesejahteraan sosial. Persentase penduduk miskin di Jawa Timur per September 2025 berhasil ditekan hingga angka 9,30 persen.
Penurunan ini menunjukkan tren konsisten yang diikuti dengan turunnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) ke level 4,15 persen pada tahun 2025.
"Capaian 4.716 Desa Mandiri dan penurunan kemiskinan hingga 9,30 persen adalah manifestasi nyata dari keberhasilan program Jatim Puspa dan penguatan BUMDes. Kita fokus pada strategi 'Membangun dari Desa' untuk memastikan ketahanan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput tetap kuat dan mandiri," ujar Khofifah.
Selain kemiskinan, Khofifah memaparkan perbaikan Rasio Gini (tingkat ketimpangan) yang kini berada di angka 0,359, terendah dalam enam tahun terakhir. Hal ini didukung oleh keberhasilan pengendalian inflasi di level 2,93 persen, yang krusial bagi daya beli masyarakat perdesaan. Penguatan infrastruktur ekonomi seperti pasar desa dan gudang pangan menjadi faktor kunci kemandirian tersebut.
Di sektor tenaga kerja, penurunan TPT ke angka 4,15 persen dipicu oleh berkembangnya pariwisata berbasis desa dan ekonomi kreatif yang dikelola pemuda melalui program Millenial Job Center (MJC).
Baca Juga : Realisasi Pendapatan Jatim 2025 Capai Rp29,88 Triliun, Khofifah: Kemandirian Fiskal Semakin Tangguh
Khofifah merinci bahwa produktivitas lahan pertanian juga meningkat berkat mekanisasi dan jaminan pupuk, menciptakan ekosistem desa yang tangguh terhadap gejolak ekonomi global.
Khofifah juga menekankan komitmen untuk terus menurunkan angka kemiskinan ekstrem melalui bantuan modal usaha dan renovasi Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu).
"Kita ingin memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Timur dirasakan oleh setiap warga, dari perkotaan hingga ke pelosok desa, demi terwujudnya keadilan sosial yang merata," pungkasnya.
