Mudik Lebaran, Damkar Kota Malang Ingatkan Warga Lepas Regulator Gas dan Cek Instalasi Listrik
Reporter
Irsya Richa
Editor
A Yahya
19 - Mar - 2026, 07:01
JATIMTIMES - Musim mudik Lebaran, masyarakat yang berencana meninggalkan rumah untuk bepergian ke luar kota diimbau agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran. UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kota Malang mengimbau warga untuk memastikan kondisi rumah benar-benar aman sebelum ditinggalkan dalam waktu yang cukup lama.
Setiap tahun, periode mudik Lebaran menjadi salah satu waktu yang rawan terjadinya kebakaran rumah. Hal ini kerap dipicu oleh kelalaian seperti peralatan listrik yang masih terhubung dengan arus listrik, penggunaan tabung gas yang tidak diamankan, hingga instalasi listrik yang kurang baik.
Baca Juga : Diskon Tarif Tol 30 Persen Saat Arus Balik Lebaran 2026, Cek Jadwal dan Ruas Tol yang Berlaku
Saat rumah ditinggalkan dalam keadaan kosong, potensi kebakaran tersebut bisa semakin berbahaya karena tidak ada yang mengetahui atau melakukan penanganan awal.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, mengatakan bahwa langkah pencegahan sebenarnya dapat dilakukan dengan cara yang sederhana. Namun, sering kali hal-hal kecil tersebut justru diabaikan oleh masyarakat sebelum berangkat mudik.
Ia mengimbau warga Kota Malang untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi rumah sebelum bepergian jauh, terutama pada peralatan listrik dan instalasi yang berpotensi menimbulkan korsleting.
“Bagi masyarakat Kota Malang khususnya yang akan melaksanakan perjalanan ke luar kota untuk mudik Lebaran, kami mengimbau agar terus meningkatkan kewaspadaan dan meminimalisir segala potensi timbulnya bencana kebakaran,” ungkap Pandu, Kamis (19/3/2026).
Menurutnya, salah satu langkah paling penting adalah memastikan seluruh peralatan listrik yang tidak digunakan telah dicabut dari sumber listrik. Peralatan seperti televisi, dispenser, charger, kompor listrik, hingga alat elektronik lainnya sebaiknya tidak dibiarkan tetap terhubung dengan listrik ketika rumah ditinggalkan.
“Cabut semua perlengkapan listrik yang tidak digunakan. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya korsleting listrik yang dapat memicu percikan api,” jelas Pandu.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk melepas regulator pada tabung gas apabila tidak digunakan selama ditinggalkan mudik. Kebocoran gas yang tidak terdeteksi dapat menjadi sumber bahaya yang sangat besar apabila terjadi percikan api. “Copot regulator gas jika tidak digunakan. Ini sebagai langkah antisipasi jika terjadi kebocoran gas saat rumah dalam kondisi kosong,” imbuh Pandu.
Tak hanya kondisi rumah, Damkar Kota Malang juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kondisi kendaraan yang akan digunakan untuk perjalanan mudik. Kendaraan yang tidak dalam kondisi prima, terutama pada bagian instalasi listrik, juga berpotensi memicu kebakaran.
Baca Juga : Hukum Merayakan Lebaran Ketupat dalam Islam, Tradisi Jawa yang Sarat Makna Silaturahmi
Menurut Pandu, instalasi listrik kendaraan yang bermasalah dapat menimbulkan percikan api, terlebih jika terjadi hubungan arus pendek pada kabel kendaraan.
“Pastikan kendaraan yang akan digunakan untuk mudik dalam kondisi baik, karena instalasi listrik kendaraan jika tidak dalam kondisi baik juga dapat berpotensi menimbulkan kebakaran,” ungkap Pandu.
Ia menambahkan, pengecekan kendaraan sebelum mudik tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan perjalanan, tetapi juga menyangkut faktor keselamatan. Pemeriksaan pada bagian kelistrikan, mesin, hingga sistem bahan bakar perlu dilakukan agar perjalanan mudik berjalan aman.
Selain melakukan pengecekan secara mandiri, masyarakat juga disarankan untuk meminta bantuan tetangga atau kerabat terdekat untuk sesekali memantau kondisi rumah selama ditinggalkan mudik. Langkah ini dapat membantu mengantisipasi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Pandu berharap masyarakat Kota Malang dapat lebih peduli terhadap aspek keselamatan sebelum meninggalkan rumah untuk mudik. Dengan melakukan langkah pencegahan sederhana tersebut, potensi kebakaran selama musim mudik Lebaran dapat diminimalkan. “Pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan. Kami berharap masyarakat dapat lebih teliti dan memastikan rumah dalam kondisi aman sebelum berangkat mudik,” tutup Pandu.
