Kalender Jawa Weton Sabtu Pahing Wuku Kulawu: Hari Baik Memulai Pekerjaan
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Nurlayla Ratri
21 - Mar - 2026, 04:25
JATIMTIMES – Dalam penanggalan Jawa, Sabtu Pahing dikenal sebagai salah satu weton yang memiliki kekuatan pengaruh cukup besar. Weton ini memiliki jumlah neptu 18, gabungan dari Sabtu bernilai 9 dan Pahing bernilai 9.
Dalam perhitungan primbon Jawa, weton Sabtu Pahing sering dikaitkan dengan pribadi yang berwibawa serta memiliki pengaruh kuat di lingkungan sekitar. Pembawaannya tegas dan karismatik sehingga kerap disegani banyak orang.
Baca Juga : Ramalan Zodiak 23 Maret 2026: Aries Penuh Energi, Libra Berpeluang Dapat Kabar Baik
Sosok dengan weton ini juga dikenal memiliki kemampuan memimpin yang cukup menonjol. Sikap percaya diri serta keberanian dalam mengambil keputusan membuatnya sering menjadi panutan dalam lingkungan kerja maupun sosial.
Dalam hitungan pangarasan, Sabtu Pahing berada pada Lakuning Geni. Filosofi ini menggambarkan karakter seperti api yang memiliki energi besar. Watak ini menunjukkan keberanian, semangat tinggi, serta tekad kuat dalam menghadapi tantangan.
Namun sifat tersebut juga membuat emosinya mudah tersulut. Kemarahan bisa muncul secara tiba-tiba, meski biasanya tidak berlangsung lama karena masih mampu dikendalikan dengan baik.
Sementara dalam perhitungan Pancasuda, Sabtu Pahing termasuk Satriya Wibawa. Maknanya berkaitan dengan kewibawaan serta keluhuran budi yang membuatnya dihormati oleh banyak orang.
Hari ini juga berada dalam Wuku Kulawu yang dilambangkan oleh Bathara Sadana. Wuku ini dikenal menggambarkan pribadi yang memiliki karakter kuat serta sering mendapatkan keberuntungan dalam perjalanan hidup.
Simbol air di tempayan yang berada di depan melambangkan kecerdikan dan kebijaksanaan dalam mengambil langkah. Meski begitu, ada kecenderungan menyimpan perasaan yang tidak selalu terlihat dari luar.
Lambang gedhong di bagian depan menunjukkan sifat yang gemar menunjukkan apa yang dimiliki. Sikap dermawan cukup menonjol, walau terkadang masih disertai keinginan untuk mendapatkan pengakuan dari lingkungan sekitar.
Burung nuri menjadi simbol lain dalam wuku ini. Gambaran tersebut sering dikaitkan dengan sifat yang mudah mengeluarkan sesuatu, baik berupa harta maupun tenaga. Kedermawanan memang menjadi kelebihan, namun jika tidak disertai pengendalian dapat membuat keberuntungan cepat berlalu.
Dalam simbol lain, kehidupan weton ini diibaratkan seperti embun yang menetes di sendang. Maknanya, perjalanan hidup biasanya dimulai dari keadaan sederhana, kemudian perlahan berkembang hingga mencapai kemapanan bahkan kekayaan.
Baca Juga : Banyak yang Belum Tahu, Ternyata Mudik Itu Singkatan: Ini Arti dan Sejarahnya
Wuku Kulawu juga digambarkan seperti burung dewata yang sedang berkumpul. Filosofi ini berkaitan dengan kemampuan menjaga hubungan asmara secara langgeng dan harmonis.
Meski demikian, terdapat pula pantangan yang dipercaya perlu diperhatikan selama wuku ini berlangsung. Salah satunya adalah menghindari perjalanan jauh ke arah utara apabila berkaitan dengan urusan yang sangat penting.
Dalam perhitungan hari, Sabtu Pahing pada Wuku Kulawu justru termasuk hari yang baik untuk menjalankan berbagai pekerjaan. Banyak aktivitas dinilai dapat berjalan lancar jika dilakukan dengan niat baik serta perencanaan yang matang.
Perjalanan yang dilakukan pada hari ini juga dipercaya dapat berlangsung aman hingga sampai di tujuan. Karena itu, hari ini sering dianggap sebagai waktu yang cukup baik untuk memulai berbagai aktivitas.
Dalam dunia pekerjaan, Sabtu Pahing dinilai cocok dengan bidang kepemimpinan, pengusaha, maupun pekerjaan yang membutuhkan stamina tinggi dan keteguhan mental. Dalam perhitungan primbon Jawa, weton ini bahkan sering dikaitkan dengan peluang kesuksesan atau disebut tibo dunyo.
Untuk urusan jodoh, Sabtu Pahing dipercaya lebih serasi dengan pasangan yang memiliki jumlah neptu 11 atau 16. Beberapa weton yang disebut cocok antara lain Kamis Pon atau Jumat Kliwon.
