Kalender Jawa Weton Minggu Legi 15 Maret 2026: Hari Baik untuk Transaksi Jual Beli
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Dede Nana
15 - Mar - 2026, 07:57
JATIMTIMES - Tanggal 15 Maret 2026 bertepatan dengan Minggu Legi dalam penanggalan Jawa. Hari ini masuk dalam Wuku Kulawu dengan jumlah neptu 10, bersamaan dengan 26 Pasa 1959 Jawa dan 25 Ramadan 1447 Hijriah.
Perpaduan weton dan wuku ini menggambarkan karakter yang cerdas, tenang, serta pandai membaca situasi. Dalam berbagai persoalan, sosok Minggu Legi dikenal mampu mencari jalan keluar dari masalah yang rumit.
Baca Juga : Diskon Tarif Tol 30 Persen Saat Arus Balik Lebaran 2026, Cek Jadwal dan Ruas Tol yang Berlaku
Minggu Legi atau Ngahad Legi memiliki neptu 10 yang berasal dari nilai Minggu 5 dan Legi 5. Dalam perhitungan primbon Jawa, weton ini sering dikaitkan dengan kemampuan menyembunyikan perasaan.
Pembawaan yang tenang membuat Minggu Legi tidak mudah menunjukkan emosi secara terbuka. Namun di balik sikap tersebut tersimpan kecerdikan dalam memecahkan persoalan yang sulit.
Dalam hitungan pangarasan, Minggu Legi berada pada Aras Pepet. Filosofi ini menggambarkan perjalanan hidup yang tidak selalu mudah.
Keinginan sering membutuhkan usaha lebih besar untuk tercapai. Kondisi hidup terkadang diwarnai masa prihatin sebelum akhirnya menemukan jalan menuju keberhasilan.
Sementara dalam perhitungan Pancasuda, Minggu Legi berada pada Sumur Sinaba. Maknanya berkaitan dengan keluasan pengetahuan serta kecerdasan berpikir.
Dalam filosofi Jawa disebut dadi pangungsening kapinteran, yaitu sosok yang kerap menjadi tempat bertanya atau meminta nasihat karena dianggap memiliki wawasan luas dan pandangan bijaksana.
Hari ini juga berada dalam Wuku Kulawu yang dilambangkan oleh Bathara Sadana. Wuku ini menggambarkan pribadi yang kukuh dalam pendirian serta memiliki kekuatan karakter.
Simbol air di dalam tempayan yang berada di depan melambangkan kecerdikan dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. Keberuntungan juga kerap menyertai perjalanan hidupnya, meski terkadang masih tersimpan sisi gelap dalam hati.
Lambang gedhong yang berada di depan menunjukkan sifat yang senang memperlihatkan apa yang dimiliki. Kedermawanan cukup menonjol, meskipun dalam beberapa keadaan masih disertai harapan mendapatkan pengakuan dari orang lain.
Baca Juga : Hukum Merayakan Lebaran Ketupat dalam Islam, Tradisi Jawa yang Sarat Makna Silaturahmi
Burung nuri menjadi simbol lain dalam wuku ini. Gambaran tersebut berkaitan dengan sifat yang mudah mengeluarkan sesuatu, baik tenaga maupun harta. Jika tidak diimbangi pengendalian diri, sikap boros dapat membuat keberuntungan cepat berlalu.
Dalam simbol lain, perjalanan hidup digambarkan seperti embun yang menetes di sendang. Maknanya, kehidupan biasanya dimulai dari keadaan sederhana, kemudian perlahan berkembang hingga mencapai kemapanan bahkan kekayaan.
Wuku ini juga dilambangkan seperti burung dewata yang sedang berkumpul. Filosofi tersebut menggambarkan kemampuan menjaga hubungan asmara yang langgeng dan harmonis.
Selama tujuh hari Wuku Kulawu berlangsung, terdapat pantangan untuk menghindari perjalanan jauh ke arah utara jika berkaitan dengan urusan yang sangat penting.
Dalam perhitungan primbon Jawa, Minggu Legi pada Wuku Kulawu dikenal sebagai hari yang cukup baik untuk kegiatan tertentu. Salah satunya adalah mengobati orang sakit karena berpeluang mempercepat proses kesembuhan. Selain itu, hari ini juga dinilai baik untuk melakukan transaksi jual beli, terutama yang berkaitan dengan ternak unggas.
Dalam urusan pekerjaan, Minggu Legi cocok menjalani profesi yang membutuhkan kemampuan komunikasi dan negosiasi. Bidang pekerjaan yang dinilai selaras antara lain pemasaran, perdagangan, makelar, atau pekerjaan lain yang berkaitan dengan relasi dan kepercayaan.
Untuk urusan asmara, Minggu Legi dipercaya lebih cocok dipasangkan dengan weton yang memiliki jumlah neptu 10 atau 15. Beberapa weton yang serasi antara lain Minggu Wage, Jumat Pon.
