Musim Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Cepat di Sejumlah Wilayah, Ini Daftarnya
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
A Yahya
09 - Mar - 2026, 07:37
JATIMTIMES - Sebagian wilayah di Indonesia diperkirakan akan mulai memasuki musim kemarau lebih awal pada April 2026. Prediksi tersebut disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui outlook musim kemarau tahun ini.
BMKG mencatat sekitar 325 Zona Musim (ZOM) atau 46,5% wilayah Indonesia diperkirakan mengalami awal musim kemarau lebih cepat dari biasanya. Sementara 173 ZOM (24,7%) diprediksi memasuki musim kemarau sesuai waktu normal.
Baca Juga : Gadikan Motor Pinjaman, Seorang Pemuda di Kabupaten Malang Dibekuk Polisi
Di sisi lain, sekitar 72 ZOM atau 10,3% wilayah diperkirakan mengalami musim kemarau yang datang lebih lambat dari pola klimatologisnya.
BMKG memperkirakan sekitar 16,3% wilayah Indonesia sudah mulai memasuki musim kemarau pada April 2026.
Beberapa wilayah yang diprediksi lebih dulu mengalami musim kemarau antara lain:
• Jawa Barat bagian utara
• Pesisir utara dan selatan Jawa Tengah
• Sebagian besar wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta
• Sebagian kecil wilayah Sulawesi Selatan
• Sebagian wilayah Bali
• Nusa Tenggara Barat
• Nusa Tenggara Timur
Sementara itu, sebanyak 26,3% wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada Mei 2026. Daerah-daerah tersebut meliputi:
• Aceh bagian utara
• Sebagian Sumatera Utara
• Riau bagian tenggara
• Sebagian Jambi
• Sumatera Selatan bagian tengah
• Lampung
• Banten
• Sebagian wilayah Jawa Barat
• Jawa Tengah
• Jawa Timur
• Kalimantan Tengah bagian tenggara
• Kalimantan Selatan bagian barat
• Bali bagian tengah
• Papua Pegunungan
• Papua bagian timur
• Sebagian Papua Selatan
Sedangkan sekitar 23,3% wilayah Indonesia diperkirakan baru akan memasuki musim kemarau pada Juni 2026. Beberapa wilayahnya antara lain:
• Sebagian Aceh
• Sumatera Barat
• Riau
• Jambi bagian tengah
• Sebagian Bengkulu
• Kepulauan Bangka Belitung
• Sebagian Sumatera Selatan
• Kalimantan Barat
• Kalimantan Tengah
• Kalimantan Selatan bagian timur
• Kalimantan Timur
• Sebagian Sulawesi Utara
• Gorontalo bagian utara
• Sebagian besar Sulawesi Barat
• Sulawesi Tenggara bagian selatan
• Sebagian wilayah Maluku
• Sebagian Papua Barat
• Papua bagian timur
BMKG memperkirakan puncak musim kemarau 2026 akan terjadi secara bertahap di berbagai wilayah, terutama antara Juli hingga September 2026.
• Juli 2026: sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan bagian tengah dan utara, sebagian kecil Jawa, sebagian NTB dan NTT, sebagian wilayah Sulawesi, Maluku, Papua Barat, dan Papua timur.
• Agustus 2026: Sumatera bagian tengah hingga selatan, Jawa bagian tengah hingga timur, sebagian besar Kalimantan, mayoritas Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, serta sebagian Maluku dan Papua.
• September 2026: sebagian Lampung, sebagian kecil Jawa, sebagian besar NTT, wilayah utara dan timur Sulawesi, sebagian besar Maluku Utara, Maluku, serta sebagian wilayah Papua.
Baca Juga : Atur Pengelolaan Limbah Domestik, Pemkab Magetan Siapkan Raperda Khusus.
BMKG juga memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami curah hujan musiman di bawah normal selama musim kemarau 2026.
Kondisi ini berarti tingkat curah hujan diperkirakan lebih kering dibandingkan rata-rata klimatologis.
Wilayah yang berpotensi mengalami kondisi tersebut antara lain:
• Sumatera bagian tengah hingga utara
• Jawa
• Sebagian besar Kalimantan
• Sebagian besar Sulawesi
• Bali dan Nusa Tenggara
• Maluku Utara
• Maluku
• Sebagian wilayah Pulau Papua.
