Viral Olahraga Saat Kena Campak, Selebgram Ruce Nuenda Minta Maaf

05 - Mar - 2026, 01:10

Selebgram Ruce Nuenda. (Foto: Instagram)

JATIMTIMES - Nama selebgram Ruce Nuenda tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Ia menjadi sorotan setelah mengunggah aktivitas olahraga di luar rumah saat sedang sakit campak.

Aksi tersebut menuai kritik dari warganet lantaran penyakit campak dikenal sangat mudah menular. Tak lama setelah ramai dibahas, Ruce akhirnya menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf melalui Instagram Story miliknya.

Baca Juga : 3 Amalan Malam Nuzulul Qur’an Lengkap dengan Doanya 

"Teman-teman, saya ingin menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya apabila tindakan saya tadi dinilai kurang tepat," ungkap Ruce melalui Instagram Story pribadinya, Kamis (5/3/2026). 

Ruce menjelaskan dirinya sebenarnya sudah memeriksakan kondisi kesehatannya ke rumah sakit. Ia bahkan sempat meminta agar dirawat inap karena khawatir dengan kondisinya.

Namun berdasarkan pemeriksaan dokter, penyakit yang dialaminya masih bisa ditangani dengan perawatan mandiri di rumah.

"Saya sudah memeriksakan diri ke UGD dan sempat meminta untuk opname. Namun, berdasarkan pemeriksaan dokter, kondisi saya tidak memerlukan rawat inap dan cukup dengan istirahat, minum obat, menggunakan salep, serta menjaga jarak dari anak saya di rumah," tambahnya.

Meski begitu, ia mengakui keputusan tetap keluar rumah saat sakit merupakan tindakan yang tidak tepat.

Ruce juga mengaku baru benar-benar menyadari bahwa dirinya seharusnya tidak keluar rumah setelah mendapatkan banyak teguran dari warganet.

"Saya menyadari bahwa seharusnya saya tidak keluar rumah, bahkan untuk olahraga sekalipun. Jujur, saya baru memahami sepenuhnya setelah mendapat teguran dari teman-teman semua. Setelah diingatkan, saya langsung pulang dan menyampaikan permintaan maaf," lanjutnya.

Ia pun mengatakan kejadian ini menjadi pelajaran penting agar lebih berhati-hati dan bertanggung jawab di kemudian hari.

"Saya tidak menyangka situasinya akan menjadi sebesar ini, tetapi ini benar-benar menjadi pelajaran berharga bagi saya untuk lebih bijak dan bertanggung jawab ke depan," tutup Ruce.

Sebelumnya, unggahan Ruce memicu perdebatan setelah ia memperlihatkan kondisi ruam kemerahan di tangan hingga kaki yang menjadi gejala campak. Di saat bersamaan, ia juga membagikan aktivitas olahraga di luar rumah.

Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar warganet yang menilai tindakannya berpotensi menularkan penyakit kepada orang lain.

Dalam salah satu unggahan klarifikasinya, Ruce sempat menuliskan permintaan maaf singkat. "Maaf gaes, nggak tau kalau nular, aku balik," tulisnya.

Komentar warganet pun bermunculan menanggapi peristiwa tersebut. "Kena campak tapi nggak tahu diri keluar rumah berbaur sama yang sehat, termasuk dzalim ya," timpal netizen, berkomentar.

"Heh gilaa kalau nularin ibu hamil," respons yang lain.

Dikutip dari penjelasan World Health Organization, campak merupakan salah satu penyakit paling menular di dunia.

Virus ini menyebar melalui percikan cairan dari hidung atau tenggorokan penderita, misalnya saat batuk atau bersin. Penularan juga bisa terjadi melalui udara yang mengandung virus.

Baca Juga : 6 Makanan Terburuk Sahur: Sebaiknya Hindari Agar Puasa Tetap Kuat Seharian

Virus campak bahkan dapat bertahan di udara maupun permukaan benda yang terkontaminasi hingga dua jam.
Karena tingkat penularannya sangat tinggi, satu orang penderita campak dapat menularkan penyakit ini kepada hingga 18 orang lainnya.

Penularan biasanya sudah bisa terjadi sejak empat hari sebelum ruam muncul hingga empat hari setelah ruam terlihat.

Gejala campak umumnya muncul sekitar 10 hingga 14 hari setelah seseorang terpapar virus. Ruam merah menjadi tanda yang paling mudah dikenali.

Namun sebelum ruam muncul, penderita biasanya mengalami beberapa gejala awal yang berlangsung selama 4 hingga 7 hari, di antaranya:
• Hidung berair
• Batuk
• Mata merah dan berair
• Bintik putih kecil di bagian dalam pipi

Ruam kemudian mulai muncul sekitar 7 hingga 18 hari setelah paparan virus. Biasanya ruam diawali dari wajah dan leher bagian atas sebelum menyebar ke seluruh tubuh, termasuk tangan dan kaki, dalam waktu sekitar tiga hari.

Ruam tersebut biasanya bertahan selama 5 hingga 6 hari sebelum akhirnya memudar.

Dalam beberapa kasus, penyakit campak ini bisa menimbulkan komplikasi bahkan berujung kematian. Komplikasi yang dapat terjadi antara lain:
• Kebutaan
• Ensefalitis atau infeksi yang menyebabkan pembengkakan otak
• Diare berat yang memicu dehidrasi
• Infeksi telinga
• Gangguan pernapasan berat seperti pneumonia

Jika perempuan tertular campak saat hamil, kondisi ini juga dapat berbahaya bagi ibu serta meningkatkan risiko bayi lahir prematur atau memiliki berat badan lahir rendah.

Komplikasi paling sering terjadi pada anak di bawah usia lima tahun dan orang dewasa di atas 30 tahun.

Risiko juga lebih tinggi pada anak yang mengalami kekurangan gizi, terutama yang kekurangan vitamin A atau memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, misalnya akibat HIV atau penyakit lainnya.

Selain itu, infeksi campak dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga membuat seseorang lebih rentan terkena penyakit lain setelah sembuh.