Obat Rindu, Sheila On 7 Akan Tampil di Malang Bareng Barasuara, Coldiac dan Fiersa Besari
Reporter
Hendra Saputra
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
24 - Feb - 2026, 07:32
JATIMTIMES - Kerinduan panjang para penggemar akhirnya terjawab. Setelah tujuh tahun tak menyapa Malang, band legendaris Sheila On 7 dipastikan kembali tampil dalam perhelatan akbar POLIPONI Si Paling Konser yang digelar 20 Juni 2026 di Lapangan Rampal, Kota Malang.
Konser berskala besar ini dirancang sebagai ruang temu lintas generasi dan lintas warna musik.
Baca Juga : Olahraga Malam saat Puasa Bolehkah? Simak Penjelasan Dokter RSI Unisma Ini
Mengusung konsep pertunjukan megah dan imersif, POLIPONI ingin menghadirkan pengalaman musikal yang tak sekadar ditonton, tetapi juga dirasakan secara emosional oleh para penikmat musik Tanah Air.
Poliponi yang bermakna banyak suara dalam satu harmoni menjadi representasi keberagaman musikal dalam satu panggung kolaboratif. Tak hanya menghadirkan musisi papan atas, konser ini juga menjadi ruang perayaan kreativitas komunitas dan energi khas Malang sebagai kota pendidikan sekaligus kota budaya.
Dengan latar terbuka di Lapangan Rampal, konser ini dikemas sebagai pertunjukan outdoor dengan tata panggung megah dan sistem tata suara premium. Kurasi line-up pun disebut kuat secara emosional dan musikal demi memastikan pengalaman apresiasi musik yang optimal.
Co-Founder Letralive, Erwin Wibowo memastikan kesiapan teknis konser tersebut. Ia menegaskan komitmennya untuk memberikan kualitas terbaik bagi para penonton, khususnya pecinta musik di Malang.
“Kami akan memastikan peralatan pendukung konser Poliponi ini memuaskan para penggemar musik di Malang. Sistem, pencahayaan, dan stage rig dioptimalkan untuk memberikan pengalaman suara terbaik bagi penonton,” ujar Erwin, Selasa (24/2/2026).
Selain Sheila On 7 yang digadang sebagai penampil utama, sejumlah musisi nasional turut dikonfirmasi tampil. Mereka di antaranya Barasuara, Fiersa Besari, serta Coldiac.
Kehadiran Sheila On 7 dipastikan menjadi magnet utama. Band asal Yogyakarta itu terakhir kali tampil di Malang sekitar tujuh tahun lalu. Momen ini pun diyakini menjadi ajang pelepas rindu bagi Sheila Gank di Malang dan Jawa Timur.
Barasuara dijadwalkan membawakan lagu “Terbuang Dalam Waktu” yang dikenal sebagai original soundtrack film “Sore” dan sempat viral di berbagai kota besar. Sementara Fiersa Besari akan kembali menyemarakkan panggung dengan lagu-lagu andalannya yang lama tak terdengar usai sempat hiatus. Coldiac, band kebanggaan asal Malang, juga ambil bagian merayakan musik bersama warga kota dan sekitarnya.
Baca Juga : Setahun Mas Ibin Memimpin Kota Blitar: Birokrasi Solid, Kemiskinan Turun, Prestasi Nasional Mengalir
Panitia memastikan masih ada sejumlah nama besar lain yang akan diumumkan dalam waktu dekat. “Kehadiran para musisi ini mencerminkan semangat polifoni, yakni beragam warna, energi, dan pendekatan musikal yang menyatu dalam satu panggung harmoni,” ungkapnya.
Creative Director Poliponi, Ari Wulu, menyebut konser ini hadir dengan konsep segar yang memadukan tata suara presisi dan visual cahaya yang terintegrasi dengan musik. “Penonton Poliponi akan menyaksikan konser dengan tata suara yang tepat serta pertunjukan visual cahaya yang menyatu dengan musik yang dibawakan para penampil,” kata Ari.
Pemilihan Malang sebagai lokasi konser dinilai strategis. Kota ini dikenal memiliki basis penikmat musik yang solid dan militan, sekaligus sejarah panjang dalam merawat ekosistem kreatif yang progresif.
“Poliponi harapannya menjadi momentum penting bagi pergerakan industri pertunjukan musik di Jawa Timur pada pertengahan 2026,” tegasnya.
Sementara itu, Operational Director Poliponi, Radita Kus Hartono menilai Malang juga memiliki daya tarik wisata yang kuat, mulai dari alam hingga kuliner yang digemari anak muda. Kehadiran konser ini diharapkan mampu menjadi stimulan bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Malang memiliki potensi wisata yang besar dan berdampingan dengan kota-kota wisata lain di Indonesia seperti Jogja, Bali, dan Bandung. Banyaknya mahasiswa dan pelajar membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis kreatif. Harapan kami, Poliponi dapat menjadi salah satu pendorong peningkatan ekonomi tersebut,” ucap pria yang akrab disapa Radit itu.
