Libur Sekolah Ramadan Lebaran 2026 Resmi Ditetapkan, Berapa Lama Siswa Belajar di Rumah?

Reporter

Mutmainah J

Editor

Dede Nana

20 - Feb - 2026, 04:17

Ilustrasi kalender libur. (Foto dari Pixabay)

JATIMTIMES - Ramadan 2026 tak hanya menghadirkan suasana ibadah dan kebersamaan keluarga, tetapi juga membawa perubahan besar pada jadwal sekolah anak-anak di Indonesia. Pemerintah resmi mengatur skema pembelajaran dan libur selama bulan suci hingga Idulfitri, sehingga siswa akan menjalani kombinasi belajar dari rumah dan libur bersama dalam waktu yang cukup panjang.

Bagi orang tua, informasi ini penting agar bisa menyiapkan agenda anak selama di rumah. Lalu, berapa sebenarnya total hari siswa tidak masuk sekolah selama Ramadan dan Lebaran 2026? Berikut penjelasannya.

Baca Juga : Lepas 94 Wisudawan, FEB UNISMA Gelar Santunan Yatim

Libur ramadan dan lebaran 2026 telah ditetapkan dalam kebijakan yang tertuang dalam Surat Edaran Bersama (SEB) 3 Menteri yang diteken oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri. Aturan tersebut mengatur pola pembelajaran selama Ramadan 1447 Hijriah/2026 M, termasuk jadwal belajar di rumah dan libur Idulfitri.

Rincian Jadwal Belajar dan Libur Sekolah Ramadan 2026

Mengacu pada SEB 3 Menteri tentang Pembelajaran di Bulan Ramadan 1447 H/2026 M serta SKB Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026, berikut gambaran jadwalnya:

Awal Ramadan: Pembelajaran di Rumah

Dengan asumsi 1 Ramadan jatuh pada 19 Februari 2026, maka pada:

• 18–21 Februari 2026: siswa melaksanakan pembelajaran di lingkungan keluarga, tempat ibadah, atau masyarakat.

Pada periode ini, kegiatan belajar tidak dilakukan secara tatap muka di sekolah. Siswa lebih banyak melakukan aktivitas pembelajaran berbasis keluarga dengan pendekatan yang lebih fleksibel.

Libur dan Cuti Bersama Idulfitri

Memasuki akhir Ramadan hingga Lebaran, jadwal libur semakin panjang, yaitu:

• 16–28 Maret 2026: libur bersama Idulfitri untuk sekolah, madrasah, PAUD, dan satuan pendidikan keagamaan.

• 29 Maret 2026: libur akhir pekan.

• 30 Maret 2026: siswa kembali masuk sekolah.

Dalam rentang tersebut juga terdapat hari libur nasional dan cuti bersama yang semakin memperpanjang masa tidak masuk sekolah.

Total Berapa Hari Anak Sekolah di Rumah?

Jika dihitung sejak awal Ramadan hingga masa libur Idulfitri berakhir:

• Sekolah 5 hari (Senin–Jumat): sekitar 24 hari di rumah.

• Sekolah 6 hari (Senin–Sabtu): sekitar 21 hari di rumah.

Perhitungan ini sudah mencakup masa pembelajaran di rumah serta libur bersama Lebaran.

Durasi lebih dari tiga minggu ini tentu cukup panjang. Karena itu, peran keluarga menjadi sangat penting untuk memastikan anak tetap produktif dan terarah selama berada di rumah.

Konsep Pembelajaran Selama Ramadan 2026

Pemerintah menegaskan bahwa pembelajaran selama Ramadan tidak boleh memberatkan siswa maupun orang tua. Sekolah diperbolehkan memberikan tugas, tetapi harus mempertimbangkan kondisi dan tidak menimbulkan beban biaya tambahan.

Beberapa prinsip yang ditekankan antara lain:

- Tugas tidak membebani secara akademik.

- Tidak mewajibkan penggunaan internet secara intensif.

- Mengedepankan pembentukan karakter dan nilai keagamaan.

- Penugasan dapat berupa jurnal atau buku saku Ramadan.

Pendekatan ini diharapkan membuat anak tetap belajar tanpa kehilangan esensi Ramadan sebagai bulan ibadah dan refleksi diri.

Peran Orang Tua Selama Anak Belajar di Rumah

Selama periode ini, keluarga memegang peranan besar dalam mendampingi anak. Ramadan bisa menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan karakter di rumah.

1. Penguatan Literasi, Numerasi, dan Karakter

Orang tua dapat mengajak anak untuk:

- Melaksanakan ibadah dan kajian keagamaan.

- Membaca buku bersama.

- Bermain permainan yang melatih logika dan kreativitas.

- Mengembangkan minat melalui seni, olahraga, atau budaya.

2. Pengawasan Penggunaan Gawai

Pembatasan screen time menjadi poin penting. Orang tua dianjurkan untuk:

- Menyepakati durasi penggunaan gawai bersama anak.

- Mendampingi saat anak mengakses internet.

- Mengarahkan pada konten yang bermanfaat.

- Menghindarkan anak dari konten kekerasan, pornografi, judi online, perundungan, dan hoaks.

3. Kegiatan Sosial dan Perlindungan Anak

Baca Juga : Mahasiswa Kimia UB Tembus Riset Taiwan lewat TEEP 2026

Anak juga dapat dilibatkan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan seperti mengikuti kegiatan keagamaan, bersilaturahmi, dan aktivitas positif lainnya.

Selain itu, orang tua tetap harus memastikan anak terlindungi dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, serta risiko pernikahan usia dini.

Kebijakan belajar di rumah dan libur panjang selama Ramadan Lebaran 2026 bukan sekadar soal penyesuaian jadwal akademik. Lebih dari itu, kebijakan ini diharapkan menjadi kesempatan bagi keluarga untuk mempererat hubungan, menanamkan nilai spiritual, serta membentuk karakter anak secara lebih kuat.

Dengan total 21–24 hari berada di rumah, Ramadan 2026 bisa menjadi momen berharga yang tak hanya memperkuat ibadah, tetapi juga memperkaya pengalaman belajar anak di luar ruang kelas.