Mahasiswa Kimia UB Tembus Riset Taiwan lewat TEEP 2026

Reporter

Binti Nikmatur

Editor

Dede Nana

20 - Feb - 2026, 03:22

Mahasiswa Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya Rofika An Yufani terpilih mengikuti program bergengsi Scholarship Taiwan Experience Education Program (TEEP) 2026 di Taiwan. (Foto: istimewa)

JATIMTIMES - Mahasiswa Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya kembali menorehkan capaian di level internasional. Rofika An Yufani terpilih mengikuti program bergengsi Scholarship Taiwan Experience Education Program (TEEP) 2026 di Taiwan.

Program tersebut berlangsung selama dua bulan, 13 Januari hingga 13 Maret 2026, di Chinese Culture University. Dalam kegiatan ini, Rofika mengangkat tema riset “Develop a New Nanotechnology Based Green Chemistry for Chemical Reaction”.

Potret Rofika saat berada di Taiwan. (Foto: istimewa)

Potret Rofika saat berada di Taiwan. (Foto: istimewa)

Baca Juga : Daftar Program Ramadan 2026 di TV Nasional, Ada Para Pencari Tuhan Jilid 19

Selama di Taiwan, Rofika menjalankan penelitian di bawah supervisi Prof. Fong-Yu Cheng. Fokus risetnya adalah pengembangan material nanopartikel berbasis prinsip green chemistry untuk mendukung reaksi kimia yang lebih efisien sekaligus ramah lingkungan.

Sejauh ini, ia telah berhasil melakukan sintesis NH₂-Fe₃O₄ nanoparticles sebanyak tiga batch. Tak berhenti di situ, ia juga melakukan modifikasi permukaan dari NH₂-Fe₃O₄ menjadi OA-Fe₃O₄.

Tahapan berikutnya adalah memastikan keberhasilan modifikasi tersebut melalui berbagai uji karakterisasi. Mulai dari analisis menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), uji kestabilan partikel, hingga karakterisasi fisik dengan Dynamic Light Scattering (DLS) dan Scanning Electron Microscopy (SEM).

Rofika menjalankan penelitian di bawah supervisi Prof. Fong-Yu Cheng, di Chinese Culture University. (Foto: istimewa)

Rofika menjalankan penelitian di bawah supervisi Prof. Fong-Yu Cheng, di Chinese Culture University. (Foto: istimewa) 

Bagi Rofika, pengalaman ini bukan sekadar riset di luar negeri, tetapi juga pembelajaran langsung tentang standar penelitian global.

“Saya belajar langsung teknik sintesis nanopartikel, penggunaan instrumen karakterisasi lanjutan, serta bagaimana prinsip green chemistry diimplementasikan dalam skala riset global. Ini menjadi pengalaman akademik dan profesional yang sangat berharga,” ujarnya.

Baca Juga : Cap Go Meh 2026 Tanggal Berapa? Ini Sejarah hingga Tradisinya di Indonesia

Ketua Departemen Kimia FMIPA UB, Anna Safitri, Ph.D., menilai partisipasi mahasiswa dalam program TEEP menjadi langkah strategis untuk memperluas jejaring internasional sekaligus meningkatkan reputasi akademik.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa Kimia UB mampu berkontribusi dalam riset nanoteknologi di level global. Selain meningkatkan kompetensi individu mahasiswa, program ini juga memperluas jejaring kolaborasi internasional yang berdampak langsung pada visibilitas dan reputasi akademik Departemen Kimia serta FMIPA UB,” jelasnya.

Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa dalam riset internasional menjadi bagian dari upaya internasionalisasi kampus sekaligus penguatan daya saing lulusan di tingkat global.

Riset yang dijalankan Rofika juga selaras dengan komitmen Universitas Brawijaya terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Pengembangan nanoteknologi berbasis green chemistry dinilai mendukung beberapa poin penting, antara lain:
• SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pengalaman riset internasional mahasiswa
• SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) lewat inovasi material berbasis nanoteknologi
• SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui penerapan prinsip kimia ramah lingkungan
• SDG 17 (Partnerships for the Goals) lewat kolaborasi akademik lintas negara.