Program Unik di Talun, Bupati Blitar Dukung Pondok Ramadan Janda Lansia
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
A Yahya
20 - Feb - 2026, 01:06
JATIMTIMES – Bupati Blitar Rijanto membuka secara resmi program Pondok Ramadan Janda Lansia di Masjid Al-Falah Jengglong, Kecamatan Talun, Selasa (18/2/2026). Kegiatan yang berlangsung selama 12 hari ini diikuti para janda dan lansia di wilayah Talun secara gratis sebagai bagian dari penguatan pembinaan spiritual di bulan suci Ramadhan.
Program tersebut menjadi ruang khusus bagi para janda dan lansia untuk memperdalam ibadah sekaligus memperkuat mental dan kebersamaan. Sejak hari pertama, para peserta mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan, mulai dari kajian, pendampingan ibadah, hingga sesi motivasi yang dirancang sederhana namun bermakna.
Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Talun, Nur Laili, menyampaikan bahwa Pondok Ramadhan Janda Lansia yang digelar di Masjid Al-Falah Jengglong merupakan satu-satunya kegiatan serupa di Kabupaten Blitar.
“Kegiatan ini kami selenggarakan sebagai bentuk kepedulian terhadap para janda dan lansia. Tujuannya memberikan ruang pembinaan spiritual, penguatan mental, serta kebersamaan agar mereka tetap merasa dihargai, diperhatikan, dan memiliki semangat dalam menjalani kehidupan,” ujar Nur Laili.
Ia menambahkan, Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk menghadirkan suasana religius yang lebih intens sekaligus mempererat silaturahmi di tengah masyarakat. Menurutnya, perhatian terhadap kelompok lansia tidak boleh berhenti pada aspek bantuan material semata, tetapi juga dukungan moral dan spiritual.

Bupati Rijanto dalam sambutannya mengapresiasi inisiatif Muslimat NU Talun yang dinilai sejalan dengan arah pembangunan daerah berbasis nilai sosial dan keagamaan. Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari capaian fisik, melainkan juga dari kualitas kepedulian antarsesama.
“Saya sangat mengapresiasi program Pondok Ramadan Janda Lansia ini. Bulan Ramadhan adalah momentum yang tepat untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat kepedulian sosial, khususnya kepada para janda dan lansia,” kata Rijanto.
Menurutnya, kelompok lansia sering kali membutuhkan ruang untuk tetap merasa berarti dan dihormati di tengah dinamika sosial. Karena itu, program semacam ini memiliki nilai strategis dalam membangun masyarakat yang inklusif dan berkeadilan.
Baca Juga : Dari Palapa ke Kalimat Syahadat: Ketika Wali Songo Mengislamkan Jiwa Majapahit
“Melalui kegiatan ini, kita ingin memastikan para janda dan lansia tetap merasa dihargai dan tidak merasa sendiri. Kepedulian sosial harus terus kita tumbuhkan sebagai bagian dari pembangunan manusia,” ujarnya.
Rijanto berharap kegiatan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi kecamatan lain di Kabupaten Blitar. Ia mendorong agar nilai kepedulian sosial terus diperkuat melalui program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Dengan hadirnya Pondok Ramadan Janda Lansia di Talun, Pemerintah Kabupaten Blitar menegaskan komitmennya terhadap pembangunan yang humanis. Ramadan tidak hanya menjadi ruang ibadah personal, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas sosial demi terwujudnya masyarakat yang harmonis, peduli, dan berdaya.
