Dua Buku, Dua Dunia: Memoar Kehidupan dan Cerita Koi Rinda Puspasari
Reporter
Riski Wijaya
Editor
Dede Nana
08 - Feb - 2026, 03:27
JATIMTIMES - Mantan dosen Perikanan Universitas Brawijaya (UB), Rinda Puspasari resmi meluncurkan dua buku terbarunya yang menyasar pembaca lintas usia. Peluncuran digelar di Mami Combi Cafe, Kota Malang, Sabtu (7/2/2026) malam, dan langsung mendapat sambutan positif dari para undangan.
Dua karya yang diperkenalkan masing-masing berjudul Memoar Seorang Anak Perempuan yang Berdiri Sendiri, Di Bawah Langit yang Bukan Milikku serta Koi Dari Kolam Kaisar ke Nusantara, Jejak Waktu dan Rahasia Gigi yang Berbisik. Meski lahir dari latar berbeda, keduanya berangkat dari kegelisahan yang sama: upaya memahami kehidupan secara lebih jujur dan utuh.
Baca Juga : Rekomendasi Film Bioskop Awal Februari 2026, Cocok Temani Akhir Pekan Kamu
Rinda menjelaskan, buku memoar ditulis dengan pendekatan reflektif dan personal. Sementara buku tentang koi berangkat dari dunia akademik dan riset, namun dikemas ringan agar mudah dicerna pembaca awam, tanpa terjebak gaya kaku khas karya ilmiah.
“Kedua buku ini adalah penanda perjalanan kepenulisan seorang perempuan. Hidup itu tidak selalu berjalan lurus, tapi penuh cabang dan lapisan makna. Itu yang ingin saya ceritakan,” ujarnya.
Melalui buku memoarnya, perempuan berusia 47 tahun ini mengajak pembaca melihat sebuah peristiwa secara lebih utuh, tanpa tergesa menyimpulkan atau mencari pihak yang disalahkan. Pengalaman hidup dan perenungan dituturkan dengan bahasa sederhana, reflektif, serta bisa dipahami oleh berbagai kalangan usia.
“Buku ini bukan sekadar curahan emosi. Ini cermin untuk melihat bahwa setiap kejadian punya latar sejarah dan faktor yang saling memengaruhi. Semua berdasarkan pengalaman dan fakta yang saya alami sendiri,” jelas Rinda.
Sementara itu, buku koi lahir dari latar akademiknya di bidang perikanan. Rinda sempat menempuh pendidikan doktoral di Jepang selama enam tahun, serta melakukan penelitian ikan koi di Blitar selama lebih dari dua bulan saat menyelesaikan tugas akademik jenjang sarjana.
Dalam penulisannya, Rinda sengaja menempatkan koi bukan sekadar sebagai objek teknis, melainkan sebagai cerita yang hidup dan ramah bagi pembaca awam. Meski riset dan literatur yang digunakan cukup kaya, ia memilih kosakata yang ringan dan “seru” agar tetap enak dibaca.
“Buku koi ini memang berbasis riset, tapi saya ingin semua orang bisa menikmati. Tidak hanya penghobi atau teknisi,” katanya.
Rinda juga mengungkapkan bahwa salah satu bukunya sempat diperkenalkan di Bali dan mendapat respons positif, termasuk dari pembaca anak-anak. Hal itu semakin menguatkan niatnya mendorong literasi, agar masyarakat tidak sepenuhnya terjebak dalam arus digital yang serba cepat dan tak menentu.
Baca Juga : 4 Drama Korea Ringan yang Cocok Ditonton Saat Butuh Hiburan Tanpa Ribet
“Pengalaman itu membuat saya semakin percaya diri bahwa buku edukatif bisa dikemas menyenangkan dan dinikmati semua usia,” lanjutnya.
Di tengah kesibukan mengurus rumah dan mendampingi anak yang mulai beranjak dewasa, menulis menjadi ruang bagi Rinda menjaga keseimbangan batin. Meski tidak berasal dari latar sastra, ia memaknai menulis sebagai cara memahami kompleksitas hidup.
“Saya memang bukan sastrawan. Tapi pengalaman sebagai dosen perikanan di Universitas Brawijaya pada 2011–2013 menjadi bekal penting. Biasanya setelah semua urusan rumah selesai, saya duduk di depan komputer dan menulis,” tuturnya.
Peluncuran dua buku ini menegaskan bahwa dunia literasi bukan ruang eksklusif bagi sastrawan. Ia terbuka bagi siapa saja yang ingin berbagi pengalaman, pengetahuan, dan makna hidup melalui tulisan. Rinda juga ingin mengisi celah minimnya buku edukatif yang menghibur, yang selama ini didominasi karya terjemahan.
“Buku memoar ini bahkan sempat menjadi best seller. Dari penerbit hanya tersisa sedikit untuk rekanan dan kerabat, karena sejak dikenalkan lewat media sosial langsung banyak pre-order. Saya ingin terus menulis, menghadirkan buku reflektif, edukatif, dan hiburan. Indonesia juga bisa dan punya,” pungkasnya.
