Hati-Hati! Ini 6 Nama Lain Minyak Babi yang Sering Ada dalam Makanan
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Yunan Helmy
01 - Mar - 2025, 12:15
JATIMTIMES - Saat menjalani ibadah puasa, umat Muslim harus lebih cermat dalam memilih makanan. Salah satu bahan yang perlu diwaspadai adalah minyak babi atau lemak babi yang sering digunakan dalam industri kuliner.
Menurut laman Acorn Bluff Farms, lemak babi memiliki rasa netral yang dapat memperkaya cita rasa makanan tanpa mendominasi. Namun, bagi Muslim, keberadaan minyak babi dalam makanan tentu harus dihindari, karena hukumnya haram.
Lemak babi sering digunakan karena memiliki titik leleh lebih tinggi dibandingkan minyak nabati, sehingga makanan menjadi lebih renyah atau lembut sesuai kebutuhan. Sayangnya, minyak ini tidak selalu ditulis secara eksplisit dalam daftar bahan makanan. Untuk itu, penting bagi umat Muslim untuk mengetahui berbagai istilah lain yang digunakan dalam produk makanan.
Berikut adalah enam nama lain minyak babi yang sering ditemukan dalam makanan, sebagaimana dikutip dari Pamela Grant, Southern Living, Serious Eats, Sporked, dan Atlas Obscura:
1. Lard
Lard adalah istilah paling umum yang digunakan untuk merujuk pada lemak babi yang telah dilelehkan atau diproses. Menurut Pamela Grant, lard dibuat dengan cara melelehkan lemak babi hingga cair, lalu didinginkan hingga membentuk padatan putih mirip mentega.
Lard sering digunakan dalam pastry, kue, roti, dan bahkan beberapa jenis cokelat. Selain itu, dalam masakan Eropa dan Amerika, lard menjadi bahan tambahan dalam saus dan daging olahan seperti sosis dan pâté.
Karena namanya sering tidak langsung merujuk pada "babi", penting untuk selalu mengecek label bahan makanan sebelum mengonsumsi produk tertentu.
2. Fatback
Fatback adalah lemak yang berasal dari punggung babi dan biasanya digunakan dalam bentuk padat. Dilansir oleh Southern Living, fatback sering dipakai dalam olahan daging seperti sosis dan charcuterie, memberikan tekstur lembut serta menjaga kelembapan hidangan.
Di beberapa negara, fatback digoreng hingga renyah dan dikonsumsi sebagai camilan, atau diasinkan untuk digunakan dalam sup atau rebusan berbumbu.
3. Lardo
Lardo adalah lemak babi yang diawetkan dengan garam dan rempah-rempah selama beberapa bulan hingga memiliki tekstur lebih padat dan rasa lebih kompleks. Menurut Serious Eats, lardo berasal dari lemak punggung babi, mirip dengan fatback, tetapi telah melalui pengawetan.
Dalam kuliner Italia, lardo sering disajikan dalam irisan tipis sebagai hidangan pembuka, dipadukan dengan roti atau madu. Lardo juga dapat digunakan dalam adonan pastry untuk memberikan tekstur lembut serta meningkatkan cita rasa steak dan kentang.
4. Lardon
Lardon adalah potongan kecil daging atau lemak babi yang sering digunakan dalam masakan Prancis. Dikutip dari Sporked, lardon biasanya dipotong dadu atau batangan kecil, kemudian digoreng hingga renyah sebelum dicampurkan dalam berbagai hidangan seperti Quiche Lorraine, boeuf Bourguignon, dan coq au vin.
Karena bentuknya yang kecil dan mudah dicampurkan dalam makanan, lardon sering tidak langsung dikenali sebagai lemak babi. Oleh karena itu, umat Muslim perlu lebih berhati-hati jika menemui istilah ini dalam daftar bahan makanan.
5. Salo
Salo adalah lemak babi yang sangat populer di Ukraina dan beberapa negara Eropa Timur lainnya. Berdasarkan laporan Atlas Obscura, salo tidak dilelehkan seperti lard, melainkan dikonsumsi dalam bentuk irisan mentah yang diawetkan dengan garam.
Salo sering disajikan dengan roti gandum hitam dan diberi tambahan lada hitam, paprika, atau bawang putih untuk menyeimbangkan rasa lemaknya yang kuat. Uniknya, beberapa orang bahkan menikmati salo yang dicelupkan ke dalam cokelat.
6. Leaf Lard
Leaf lard adalah jenis minyak babi yang berasal dari area sekitar ginjal dan organ dalam babi. Menurut Pamela Grant, leaf lard memiliki tekstur lebih halus dan rasa lebih ringan dibandingkan lard biasa, sehingga sering digunakan dalam pembuatan pastry dan kue untuk menghasilkan tekstur yang lebih renyah dan lembut.
Karena titik asapnya yang tinggi, leaf lard juga kerap digunakan sebagai minyak penggorengan. Selain itu, leaf lard memiliki kandungan lemak tak jenuh tunggal yang lebih tinggi dibandingkan jenis lemak babi lainnya.
Itulah nama lain minyak babi yang perlu diwaspadai muslim dalam industri kuliner. Jika menemukan salah satu istilah di atas dalam komposisi makanan, lebih baik menghindarinya demi menjaga kehalalan makanan selama berpuasa. Semoga informasi ini bermanfaat.
