Masuk Bursa N1, 3 Tokoh Ini Disebut Sudah Komunikasi dengan NasDem

Reporter

Riski Wijaya

Editor

Yunan Helmy

16 - Mar - 2024, 03:10

(Dari kiri) Rektor IKIP Budi Utomo Nurcholis Sunuyeko, Staf Ahli Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik Setda Kota Malang Tabrani, dan Heri Cahyono.(Foto: Kolase/istimewa).

JATIMTIMES - Usai fokus pada Pemilihan Umum (Pemilu) 14 Februari 2024 lalu, Partai NasDem Kota Malang mulai melakukan persiapan menuju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Malang. Bahkan partai ini mengaku sudah sempat membuka komunikasi dengan sejumlah tokoh.

"Karena kemarin masih fokus Pemilu 2024. Sekarang paska-pemilu, sudah mulai persiapan untuk menuju pilkada 2024," ujar Wakil Ketua DPD NasDem Kota Malang Dito Arief Nurakhmadi, Jumat (15/3/2024) malam.

Baca Juga : Profil Nasida Ria, Grup Musik Kasidah yang Viral Usai Kolab Bareng JKT48

 

Dito mengaku, sampai saat ini memang masih belum ada pembahasan secara formal terkait langkah menuju Pilkada Kota Malang 2024 mendatang. Namun, saat ini sudah ada sejumlah tokoh yang beberapa waktu terakhir telah membuka jalur komunikasi.

"Iya betul (berkomunikasi dengan sejumlah tokoh). Kita sambil melihat dan menunggu serta proaktif penjajakan," imbuh dia. 

Dito mengaku bahwa sudah ada 3 nama tokoh yang telah berkomunikasi dengan DPD NasDem Kota Malang. Pertama yakni mantan kontestan Pilbup Malang 2020 Heri Cahyono, Rektor IKIP Budi Utomo Nurcholis Sunuyeko, serta Staf Ahli Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik Setda Kota Malang Tabrani.

"Masih sebatas informal, penjajakan karena silaturahmi. Jadi, kita terima saja. Ada beberapa kandidat sudah komunikasi, secara formal dan informal dengan NasDem," terang Dito.

Wakil Ketua DPD Nasdem Kota Malang, Dito Arief Nurakhmadi.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

Di sisi lain, NasDem juga memiliki kriteria sosok yang kemungkinan bakal diusung untuk berkontestasi pada perebutan kursi N1 (wali kota Malang). Peluang ini juga dilihat dari kontribusinya terhadap kemajuan Kota Malang.

"Kami memetakan sosok yang dinilai punya peluang besar. Tentu punya kontribusi kepada Kota Malang dan pemikiran yang sejalan dengan perjuangan NasDem," jelas Dito.

Selain 3 nama tokoh tersebut, juga ada sejumlah tokoh yang tidak menutup kemungkinan dibuka jalur komunikasi dan penjajakan serupa. Beberapa nama tersebut seperti Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika, mantan Sekretaris Daerah Kota Malang Wasto, hingga nama Wali Kota Malang 2019-2024 Sutiaji dan sang istri: Widayati Sutiaji.

Baca Juga : Masuk Tiga Besar Kampung KB se-Jatim, Kelurahan Tamanan Terima Kunjungan Lapang Tim Penilai

 

"Nama itu kembali muncul ke permukaan. Artinya ini membuat alternatif pemimpin Kota Malang semakin beragam. Kalau parpol melihat keseriusan, komitmen, secara syarat politik terpenuhi, ya kenapa tidak," ucapnya.

Namun, tentu hal itu masih tergantung bagaimana dinamika politik yang terjadi. Apalagi, menurut Dito, untuk bisa mengusung pasangan calon (paslon) wali kota dan wali kota, harus berbekal 20 persen kursi di legislatif.

"Kalau di Kota Malang, berarti 9 kursi minimal. Itu yang punya hanya PDI Perjuangan. NasDem hanya 3 kursi, berarti butuh koalisi untuk menambah 9 kursi," pungkas Dito.