Pengakuan Relawan Saat Bantu Warga Bareng Kota Malang: Pasien Meninggal di Depan RS Hermina
Reporter
Irsya Richa
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
13 - Mar - 2024, 03:15
JATIMTIMES - Rasa kecewa teramat dalam dirasakan keluarga almarhum Wahyu Widodo (63) warga Jalan Bareng Tenes, Kecamatan Klojen, Kota Malang diduga lamanya penanganan Rumah Sakit (RS) Hermina Malang terhadap pasien kritis. Menurut relawan yang sempat membantu, Wahyu meninggal saat berada di luar Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Hermina.
Relawan Riski Raharjo menceritakan kronologi kejadian yang menimpa almarhum Wahyu, semula Riski bersama rekan-rekannya relawan membawa pasien kecelakaan ke IGD RS Hermina Malang.
Baca Juga : Ayo Segera Daftar, Program Angkutan Motor Gratis Dibuka hingga 18 April
Saat di depan IGD, Riski melihat Wahyu sudah menurun tingkat kesadarannya. Ia pun menunggu pasien tersebut.
"Sampai di sana mau laporan ke perawat bahwa korban kecelakaan kita undurkan dulu. Karena masih ngobrol sama keluarga yang di becak motor," kata Riski.
Saat Riski mendekat ke perawat mendengar jika tempat tidur penuh. "Perawat juga sempat mengucapkan 'se emergency' apa bapaknya," imbuh Riski saat berada di Polresta Malang.
Setelah mendengar itu, pihak keluarga langsung mundur membawa Wahyu yang berada di atas becak motor untuk pindah ke rumah sakit lain. Riski pun berinisiatif, menurunkan pasien yang dibawanya itu di atas kursi roda.
Kemudian Riski bersama relawan lainnya langsung membawa Wahyu ke dalam ambulans. Tindakan yang dilakukan relawan mengecek saturasi Wahyu, ternyata rendah.
Tiba-tiba seorang dokter mengecek denyut nadi Wahyu di atas ambulans. "Dokternya sempat nyeletuk bilang emang uda gak ada (meninggal) di situ, kurang lebih 10 menit gak dicek di IGD luar," imbuh Riski.
Meski demikian, relawan tetap memasangkan oksigen dan membawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saiful Anwar Malang. "Ketika sampai di RSSA dokter langsung keluar dicek udah gak ada sekitar 5-10 menit. Kemungkinan meninggal di Hermina," tutup Riski.
Baca Juga : Warga Meninggal usai Ditolak, RS Hermina Malang Akui Bed Penuh
Pihak RS Hermina mengaku saat kejadian itu kondisi bed penuh dan sudah melakukan penanganan medis. Hal tersebut diungkapkan Wakil Direktur RS Hermina, Yuli Ningsih. Yuli menjelaskan, pihaknya sudah memberikan penanganan saat Wahyu berada di atas becak motor.
"Statement tidak ditangani itu kurang tepat. Karena kami sudah menangani dengan kondisi memang bed kami saat itu full (penuh) dan ada beberapa pasien yang juga duduk," ungkap Yuli.
Saat itu pihaknya tengah melakukan koordinasi menambah bed dari rawat inap diturunkan ke IGD sesuai dengan keperluan pasien. Kemudian dokter yang berjaga sudah memeriksa pasien ditemukan saturasi 77 persen saat itu.
Yuli juga berterima kasih kepada tim relawan yang sudah ikut membantu dalam penanganan awal Wahyu. "Artinya, kita sama sama menolong, sama-sama ingin menolong dengan upaya apa yang kita bisa," kata Yuli.
