Tiga Kelengkapan Rambu di Kayutangan Heritage Ditarget Terpasang September 2023

Reporter

Riski Wijaya

21 - May - 2023, 09:27

Petugas Dishub Kota Malang yang sedang bersiaga di ruas Jl. Basuki Rahmad Kawasan Kayutangan Heritage. (Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Kawasan Kayutangan Heritage terus dilakukan penataan. Terutama untuk menyesuaikan dengan skema arus lalu-lintas yang baru saja diberlakukan beberapa waktu lalu. 

Tentunya, penataan tersebut dilakukan secara bertahap. Seperti kelengkapan atribut lalu-lintas. Sebab, kawasan yang arus lalu-lintasnya saat ini satu arah tersebut, juga dimaksudkan untuk memberi ruang bagi pedestrian. 

Baca Juga : Banyak Pelanggaran Tidak Tertangkap ETLE, Satlantas Polres Malang Kembali Terapkan Tilang Manual

Untuk itu, keamanan serta kenyamanan pengendara dan pejalan kaki, harus sama-sama diperhatikan. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra. 

"Masih ada penyiapan infrastruktur secara step by step ya," ujar pria yang akrab disapa Jaya, Minggu (21/5/2023).

Setidaknya masih ada tiga kelengkapan rambu yang bakal dilengkapi Dishub Kota Malang pada tahun 2023 ini. Yaitu Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan (RPPJ), Warning Light dan Pelikan Crossing.

"Dari kami Dishub itu marka yang perlu ada, RPPJ, Warning Light sama Pelikan Crossing. Itu yang perlu disiapkan, karena anggaran kemarin belum siap," imbuh pria berkacamata ini.

Jaya mengatakan, RPPJ menjadi salah satu kelengkapan yang bersifat segera. Sebab, RPPJ yang ada saat ini masih dipasang dalam bentuk banner di beberapa titik persimpangan. 

Sementara untuk warning light dan pelikan crossing dimaksudkan agar pejalan kaki bisa merasa lebih aman. Sebab, sejak diberlakukan satu arah, laju kendaraan yang melintas di ruas jalan ini relatif lebih kencang. 

Untuk pengadaan ketiga fasilitas tersebut, Jaya memperkirakan biaya yang dibutuhkan tak lebih dari Rp 500 juta. Sedangkan pada bulan Oktober 2023 mendatang, tiga fasilitas itu sudah bisa digunakan. 

Baca Juga : Penutupan Hotel Open BO di Tlogomas, Warga: Bukan Sekedar Perizinan Saja

"Target September kita garap, Oktober sudah siap. Anggarannya kemungkinan tidak sampai Rp 500 juta lah," pungkas Jaya.

Sementara itu pantauan di lokasi, setelah dipermak belum lama ini, Kawasan Kayutangan Heritage ternyata cukup menjadi magnet bagi masyarakat. 

Bahkan selain untuk berkunjung, masyarakat yang menjadi pelaku seni musik atau lainnya kerap melakukan perform di beberapa titik sepanjang Jalan Basuki Rahmat. 

Hal itu pun juga membuat kawasan ini semakin banyak dikunjungi. Bahkan tak jarang saat akhir pekan, arus lalu-lintas di kawasan ini menjadi lebih padat. 

Selain ramainya pengunjung, padatnya arus lalu-lintas terkadang juga diakibatkan keluar masuknya kendaraan dari area parkir. Sebab, parkir di kawasan ini disiapkan tepat di tepi jalan. Baik kendaraan roda dua maupun roda empat.