Di Tulungagung, Buah dan Biji Mahoni Banyak Dibuang, Ini Manfaat Besar bagi Kesehatan
Reporter
Anang Basso
Editor
Yunan Helmy
25 - Oct - 2021, 04:19
JATIMTIMES - Sebelumnya Suraji (54), penderita diabetes asal Sumbergempol,) Kabupaten Tulungagung, tak mengira sakit diabetes yang diderita beberapa tahun ini akan sembuh. Pasalnya, selain dirinya beberapa kali harus dilarikan ke rumah sakit, berbagai obat telah dikonsumsinya namun tidak berhasil.
Kini, badan kurus Suraji telah berubah semakin sehat dan segar. Ia mengaku menemukan manfaat dari biji mahoni yang dia percaya sebagai penyebab kesembuhan dari sakit yang dialaminya itu.
Baca Juga : Soft Launching Pelaksanaan MTQ XXIX di Pamekasan Dihadiri Langsung Gubernur Jawa Timur
"Rasanya pahit sekali. Namun saya gunakan pisang dan langsung saya balut dan telan. Sekali tiga kali, satu kali mimum 3 biji," kata Suraji, Minggu (24/10/2021).
Rutin mengonsumsi biji Mahoni, Suraji mengaku semakin hari tubuhnya semakin merasa nyaman. "Sehari biasanya saya puluhan kali ke kamar mandi. Lambat laun berkurang dan kini normal," ujarnya.
Setelah merasa sembuh, dirinya mencoba melakukan cek ke dokter soal berapa kadar gula darah yang ada dalam tubuhnya. Menurut Suraji, sebelum konsumsi biji mahoni, kadar gula darahnya mencapai ± 500 mg/dL. "Beberapa kali saya cek, normal dan saya kurangi konsumsi biji mahoni pelan-pelan," ungkapnya.
Bukan tanpa alasan. Menurut referensi berbagai sumber kesehatan, berkat kandungan di dalamnya, biji dan buah mahoni telah lama digunakan sebagai obat tradisional.
Manfaat biji dan buah mahoni sebagai obat herbal sudah tak asing lagi. Berasal dari tumbuhan berkhasiat tinggi yang memiliki nama latin Swietenia Macrophylla K, biji dan buah mahoni telah terbukti dapat meningkatkan kesehatan tubuh sekaligus mengobati berbagai penyakit kronis.
Pohon mahoni memiliki kayu yang tinggi dan kuat dengan daun yang lebar. Buahnya berbentuk bulat seperti telur dan berwarna cokelat. Di dalamnya, terdapat biji mahoni yang pipih dengan ujung yang agak tebal. Dalam setiap buah, biasanya terdapat sekitar 35–45 biji mahoni.
Baca Juga : Lomba Kampung Bersinar Masuk Babak 50 Besar, Ini Pesan DLH Kota Malang
Manfaatnya berasal dari kandungan senyawa bioaktifnya yang memiliki sifat hipolipidemik, antihipertensi, antibakteri, antijamur, antivirus, antiradang, antioksidan, antikanker, antidiabetes, antinyeri, antidiare, dan bahkan antimalaria.
Berkat berbagai kandungan senyawa alami tersebut, tersimpan banyak manfaat biji dan buah mahoni. Di antaranya, menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkan kadar lemak dalam darah, mengobati diabetes, mengobati malaria, membunuh sel kanker, melawan infeksi dan diyakini banyak manfaat lainnya.
Di berbagai pasar online, biji mahoni dijual dengan harga yang cukup mahal. Yakni bisa mencapai 100 ribu rupiah lebih per kilogram.
