Objek Wisata Sejarah Situs Siti Inggil, Cikal Bakal Lahirnya Kerajaan Majapahit
Reporter
Akhmad Randi
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
08 - Nov - 2020, 09:27
Wilayah Mojokerto selama ini diidentikkan sebagai lokasi pusat Kerajaan Majapahit oleh para sejarawan. Kerajaan besar yang kekuasaannya meliputi seluruh wilayah Nusantara dan sebagian negara tetangga ini mengalami masa keemasannya di era pemerintahan Prabu Hayam Wuruk dan Maha Patih Gajah Mada.
Tak heran di wilayah Kabupaten Mojokerto banyak ditemukan berbagai situs peninggalan sejarah, khususnya pada masa Kerajaan Majapahit. Salah satu situs penting dalam perjalanan sejarah kerajaan yang didirikan oleh Raden Wijaya tersebut adalah Siti Inggil.
Baca Juga : Di Kota Batu, Baru 11 Desa/Kelurahan yang Miliki SK Lembaga Pengelola Desa Wisata
Salah seorang keturunan Raja Majapahit dari trah Kromojoyo Kanoman, R. Hery Aprianto, ST, menjelaskan kepada mojokertoTIMES.com bahwa Siti Inggil yang juga bisa disebut dengan tanah tinggi atau tanah yang diagungkan, lokasinya terletak di Dusun Kedungwulan Desa Bejijong Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto.
Siti Inggil memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah Kerajaan Majapahit dikarenakan di tempat tersebut Raden Wijaya melakukan pertapaan dan memperoleh wahyu untuk menjadi Raja (wahyu keprabon).
“Siti Inggil merupakan cikal bakal lahirnya Majapahit, yang mana sebagai tempat persinggahan/pertapaan Raja Raden Wijaya atau yang disebut dengan Kertarajasa Jayawardana (Brawijaya I). Lokasi tersebut juga ada Sanggar Pamujan dimana saat itu Raja Raden Wijaya semedi dan Pertapa mendapatkan Wahyu Keprabon,” ungkap Hery yang juga Ketua Wiropati Gowes Community saat komunitas gowesnya berkunjung ke Siti Inggil di Desa Bejijong Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (7/11/2020) siang.
Sejak tahun 2019, setiap hari Sabtu dan Minggu, komunitas gowes yang beranggotakan 15 orang rekan sekantor itu secara berkala melakukan kegiatan gowes ke berbagai situs peninggalan sejarah di sekitar wilayah Mojokerto. Selain bertujuan untuk berolahraga secara rutin demi menjaga kesehatan terutama jantung, kegiatan gowes komunitas ini juga menunjukkan aksi peduli dan menjaga situs bersejarah yang mereka kunjungi dengan cara membersihkan sampah-sampah yang berserakan.
Hingga kini, masih banyak masyarakat yang mengira bahwa situs Siti Inggil merupakan makam alias kuburan Prabu Raden Wijaya, pendiri dan raja pertama Kerajaan Majapahit. Hal ini mengingat bentuk Siti Inggil memang seperti makam atau kuburan.
Bapak dua orang putera tersebut meluruskan, “Situs Siti Inggil berbentuk makam dimana masyarakat sekitar percaya bahwa bukan jasad Raden Wijaya tetapi sebagian abu, karena beragama Hindu".
Baca Juga : Panorama Watu Payung di Tulungagung, Bak Lukisan dari Serpihan Surga
Keturunan Bupati Mojokerto pertama (RAA Kromojoyo Adinegoro III alias Raden Aersadan) itu mengeluhkan kondisi terkini dari beberapa peninggalan sejarah Majapahit yang sempat dikunjunginya bersama Wiropati Gowes Community.
“Masih banyak bangunan situs yang perlu perawatan lebih. Oleh karena itu, beberapa bangunan yang kurang layak butuh pemugaran dan perawatan. Kita mengharapkan ke depan, pihak terkait dapat melakukan pemugaran pada bangunan yang kurang layak, yang nantinya menjadikan situs-situs peninggalan bersejarah itu dapat menjadi obyek wisata unggulan di Kabupaten Mojokerto," ungkap
“Situs bersejarah Siti Hinggil merupakan cikal bakal berdirinya Kerajaan Majapahit yang perlu dilestarikan dan bisa menjadi media edukasi dan bukti bagi generasi saat ini tentang kebesaran peradaban bangsa kita,”pungkasnya.
